Jumat, 22 Juli 2011

Cara merawat Toyota Kijang Innova diesel


Pada Kijang Innova, turbo charger hanya digunakan pada tipe mesin diesel. Tugas komponen ini adalah untuk menyedot udara dengan kuat dan paksa ke dalam mesin. Dengan cara kerja seperti ini, kinerja mesin mobil menjadi lebih baik dibandingkan dengan mengandalkan pasokan udara secara alamiah. Efeknya adalah mesin mobil tidak hanya irit, akan tetapi juga responsif ketika digunakan.
Meski demikan, turbo-charger memerlukan perhatian khusus. Mulai dari jadwal pergantian oli dan filternya, filter udara yang teratur, sampai dengan cara mematikan mesin mobil dengan benar. Pada mesin mobil yang dilengkapi dengan turbo, setelah bekerja keras dalam waktu yang lama, mesin mobil tidak boleh langsung dimatikan. Kalau cara ini terlalu sering dilakukan, maka bagian komponen mobil yang paling awal rusak adalah turbo-charger. Padahal komponen mobil ini berharga mahal, ditambah lagi dengan biaya ongkos pasang. Cara terbaik untuk menjaga turbo agar tidak cepat rusak adalah dengan mematikan mesin mobil sesuai dengan kondisi operasionalnya.

Mesin turbo diesel harus mendapatkan perlakuan khusus, karena turbo bekerja pada putaran tinggi yang lebih tinggi daripada mesin. Kalau mesin diesel putaran maksimalnya adalah 5.000 rpm, maka turbo berkisar antara 60.000 hingga 100.000 rpm.

Pada putaran tinggi tersebut, turbo memerlukan pelumasan yang lebih baik. Dan yang pasti, kalau mesin tiba-tiba dimatikan, bantalan atau bearing turbo tidak akan memperoleh pelumasan yang cukup. Alasannya adalah pada saat mesin mobil dimatikan, maka pompa oli juga akan terhenti, sehingga turbo tidak lagi mendapatkan pasokan oli. Jika kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus, maka turbo-charger akhirnya akan rusak.

Mobil bermesin tubo juga harus memperhatikan jadwal bergantian oli dengan cermat, serta menjaga kualitas pelumas tersebut sesuai dengan yang ditentukan. Untuk kondisi jalan yang berdebu, khusus untuk mesin diesel Innova, oli sudah harus diganti setiap 2.500 km, atau setiap tiga bulan. Padahal dalam kondisi normal adalah 5.000 km atau setiap 6 bulan.

Untuk mencegah mesin mobil langsung dimatikan, ada produsen yang menambahkan timer. Dengan alat ini, kendati kunci kontak mobil telah dalam posisi off, mesin mobil akan tetap bekerja dalam beberapa saat, baru kemudian berhenti.

Sedangkan khusus untuk mesin turbo yang digunakan pada daerah berdebu, misalnya pada daerah pertambangan, maka pemeriksaan dan pergantian saringan Kijang Innova tersebut perlu dipercepat. Pemeriksaan dan pembersihan dilakukan setiap 2.500 km, atau tiga bulan sekali. Bahkan jika debunya banyak sekali, tidak ada salahnya jika menyediakan filter udara cadangan. Dengan langkah tersebut diharapkan mobil Kijang Innova diesel anda akan lebih awet.
 

Natural song

Ostrich vs Penguin

Bernard to fly

The winner