Tanggal 17 Juni adalah Hari Makan Sayur. Hal ini memang tidak begitu familiar bagi orang Indonesia. Akan tetapi hari yang biasa disebut Eat Your Vegetables Day ini sudah sangat familiar dan berlaku di Amerika Serikat. Sebetulnya banyak negara maju, khususnya Amerika dan Eropa yang mengkampanyekan diet sehat, dengan mengkonsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari. Hal baik tersebut sebaiknya juga diikuti orang Indonesia.
Hari Makan Sayur itu adalah sebuah momen sebagai pengingat kepada publik untuk mengkonsumsi sayuran dan buah lebih banyak lagi. Hal itu bertujuan untuk kesehatan mereka pada masa yang akan datang. Apalagi pada saat ini, masyarakat modern lebih cenderung senang mengkonsumsi makanan yang berbau instan atau junk food. Hari Makan Sayur ini kembali mengingatkan publik tentang buruknya junk food, serta menyadarkan kebali tentang betapa pentingnya peran sayuran bagi tubuh.

Pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah bahkan membuat United States of Department of Agriculture (USDA) di Amerika Serikat merekomendasikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi lima sampai sembilan porsi sayuran dan buah setiap hari bagi warga Amerika khususnya, dan bagi warga dunia pada umumnya.
Sedangkan di Asia, Thailand adalah negara yang setuju akan hal ini, dan sejak tahun 2004 pemerintah Negeri Gajah Putih tersebut mencanangkan kampanye kepada masyarakatnya untuk lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah sebagai bagian pencegahan terhadap penyakit kanker.

Kemudian bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah memang tidak secara langsung mengkampanyekan gerakan makan buah dan sayur, namun pemerintah telah gencar mengkampanyekan diversifikasi pangan. Seperti kampanye Satu Hari Tanpa Nasi atau One Day No Rice, yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Peringatan hari non nasi tersebut berdekatan dengan Hari Pangan Sedunia, yang dimaksudkan agar masyarakat Indonesia mengkonsumsi pangan yang lain selain nasi, dan tentu saja buah dan sayur adalah alternatif yang sangat baik.

Rasanya memang cukup ironis, karena Indonesia merupakan salah satu penghasil buah-buahan terbesar di dunia. Namun sayangnya ternyata konsumsi masyarakat Indonesia terhadap sayur dan buah ternyata masih sangat rendah, dari standar yang direkomendasikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Badan dunia yang bergerak di bidang pangan ini menyarankan standar konsumsi 73 kilogram per kapita pertahun. Namun data departemen pertanian menyatakan bahwa konsumsi buah dan sayur di Indonesia baru mencapa 40 kilogram per kapita per tahun. Jadi sudah waktunya masyarakat Indonesia meningkatkan konsumsi sayur dan buah, demi kesehatan kita sendiri tentunya.
Tanggal 17 Juni adalah Hari Makan Sayur. Hal ini memang tidak begitu familiar bagi orang Indonesia. Akan tetapi hari yang biasa disebut Eat Your Vegetables Day ini sudah sangat familiar dan berlaku di Amerika Serikat. Sebetulnya banyak negara maju, khususnya Amerika dan Eropa yang mengkampanyekan diet sehat, dengan mengkonsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari. Hal baik tersebut sebaiknya juga diikuti orang Indonesia.
Hari Makan Sayur itu adalah sebuah momen sebagai pengingat kepada publik untuk mengkonsumsi sayuran dan buah lebih banyak lagi. Hal itu bertujuan untuk kesehatan mereka pada masa yang akan datang. Apalagi pada saat ini, masyarakat modern lebih cenderung senang mengkonsumsi makanan yang berbau instan atau junk food. Hari Makan Sayur ini kembali mengingatkan publik tentang buruknya junk food, serta menyadarkan kebali tentang betapa pentingnya peran sayuran bagi tubuh.

Pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah bahkan membuat United States of Department of Agriculture (USDA) di Amerika Serikat merekomendasikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi lima sampai sembilan porsi sayuran dan buah setiap hari bagi warga Amerika khususnya, dan bagi warga dunia pada umumnya.
Sedangkan di Asia, Thailand adalah negara yang setuju akan hal ini, dan sejak tahun 2004 pemerintah Negeri Gajah Putih tersebut mencanangkan kampanye kepada masyarakatnya untuk lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah sebagai bagian pencegahan terhadap penyakit kanker.

Kemudian bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah memang tidak secara langsung mengkampanyekan gerakan makan buah dan sayur, namun pemerintah telah gencar mengkampanyekan diversifikasi pangan. Seperti kampanye Satu Hari Tanpa Nasi atau One Day No Rice, yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Peringatan hari non nasi tersebut berdekatan dengan Hari Pangan Sedunia, yang dimaksudkan agar masyarakat Indonesia mengkonsumsi pangan yang lain selain nasi, dan tentu saja buah dan sayur adalah alternatif yang sangat baik.

Rasanya memang cukup ironis, karena Indonesia merupakan salah satu penghasil buah-buahan terbesar di dunia. Namun sayangnya ternyata konsumsi masyarakat Indonesia terhadap sayur dan buah ternyata masih sangat rendah, dari standar yang direkomendasikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Badan dunia yang bergerak di bidang pangan ini menyarankan standar konsumsi 73 kilogram per kapita pertahun. Namun data departemen pertanian menyatakan bahwa konsumsi buah dan sayur di Indonesia baru mencapa 40 kilogram per kapita per tahun. Jadi sudah waktunya masyarakat Indonesia meningkatkan konsumsi sayur dan buah, demi kesehatan kita sendiri tentunya.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com