Semakin lama, bentuk, bahan baku dan model uang semakin berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi. Hasilnya adalah, uang sekarang ini bisa dicetak dengan cara yang lebih canggih, dan bahan yang lebih bermutu, sehingga memungkinkan pembuatan uang tersebut dengan menggunakan berbagai jenis warna dan gambar, sebagai pembeda untuk setiap nominal mata uang.

Oleh sebab itu tidak mengherankan jika di setiap negara di seluruh dunia, mempunyai bentuk cetakan uang yang berbeda-beda, dengan mengusung seni mereka masing-masing. Bukan hanya itu saja, pemilihan model dan bentuk uang tersebut juga mengusung cerita dari masing-masing negara tersebut. Sehingga tidak ada lagi bentuk uang, baik itu uang kertas maupun uang logam yang tampil kosong. Masing-masing mengusung ikon, simbol dan representasi grafis yang unik dan menarik.

Contohnya di Indonesia, sempat populer pecahan uang kertas 50 ribu rupiah yang menggunakan simbol Soeharto, karena pada masa pemerintahannya dia dianggap ikon. Di bagian belakang pecahan uang tersebut juga disertakan gambar tentang pembangunan di segala bidang. Itu hanya sebagian contoh kecil dari seni yang tertuang di dalam teknologi uang.

Sedangkan di negara lain, Bhutan misalnya. Di lembaran uang kertas yang dicetak pada tahun 2006, yang bernilai 500 ngultrum, terdapat gambar kepala negara dan gambar istana yang sangat khas dan identik dengan negara tersebut. Warna yang digunakan pada uang tersebut adalah warna merah, dengan tambahan motif mereka.

Sementara itu di Brasil, juga hampir sama. Uang lembar bernilai 1 real, yang diterbitkan oleh Banco Central do Brasil di tahun 2000, bergambar patung Louvado, yang merupakan tokoh terkenal asal negara itu, dengan bagian belakang bergambar seekor burung, yang juga merupakan ikon negara tersebut. Itu adalah sebuah ikonik yang menarik dengan warna hijau lembut.

Negara bagian benua Afrika, yaitu Republik Afrika Tengah, pada tahun 1990 pernah menerbitkan uang dengan nominal 1000 francs, dengan gambar kepala negara, dan sejumlah ikon yang cukup banyak di bagian depan lembaran uang kertas tersebut. Sementara itu pada bagian belakang, mereka menggunakan gambar gajah dan gambar pemandangan yang asri.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar uang yang beredar di setiap negara saat ini, menampilkan simbol negara masing-masing, tahun pembuatan dan menampilkan sesuatu yang sangat khas, unik dan menarik dari negara-negara itu. Contoh gambar yang umum adalah gambar kepala negara, tokoh politik, pahlawan nasional, anggota kerajaan, seniman dan juga tokoh budaya.

Sedangkan untuk bagian yang lain, yang biasanya disebut dengan bagian belakang, bisa menggunakan gambar binatang khas, tanaman, gedung penanda negara (landmark), atau kegiatan budaya seperti tari-tarian atau rumah adat. Untuk semua ini, para seniman grafis dan pelukis tentu saja mempunyai peran yang cukup besar dalam pendesainan uang tersebut. Hal itu juga bisa ditemukan dalam desain uang logam. Jadi sudah biasa kiranya, jika uang sekarang ini memang haruslah memiliki simbol, ikon dan grafis yang unik. Uang yang polos tanpa gambar, bisa disebut sebagai uang yang tidak menarik lagi alias hambar dan bukan ciri khas uang modern.
Semakin lama, bentuk, bahan baku dan model uang semakin berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi. Hasilnya adalah, uang sekarang ini bisa dicetak dengan cara yang lebih canggih, dan bahan yang lebih bermutu, sehingga memungkinkan pembuatan uang tersebut dengan menggunakan berbagai jenis warna dan gambar, sebagai pembeda untuk setiap nominal mata uang.

Oleh sebab itu tidak mengherankan jika di setiap negara di seluruh dunia, mempunyai bentuk cetakan uang yang berbeda-beda, dengan mengusung seni mereka masing-masing. Bukan hanya itu saja, pemilihan model dan bentuk uang tersebut juga mengusung cerita dari masing-masing negara tersebut. Sehingga tidak ada lagi bentuk uang, baik itu uang kertas maupun uang logam yang tampil kosong. Masing-masing mengusung ikon, simbol dan representasi grafis yang unik dan menarik.

Contohnya di Indonesia, sempat populer pecahan uang kertas 50 ribu rupiah yang menggunakan simbol Soeharto, karena pada masa pemerintahannya dia dianggap ikon. Di bagian belakang pecahan uang tersebut juga disertakan gambar tentang pembangunan di segala bidang. Itu hanya sebagian contoh kecil dari seni yang tertuang di dalam teknologi uang.

Sedangkan di negara lain, Bhutan misalnya. Di lembaran uang kertas yang dicetak pada tahun 2006, yang bernilai 500 ngultrum, terdapat gambar kepala negara dan gambar istana yang sangat khas dan identik dengan negara tersebut. Warna yang digunakan pada uang tersebut adalah warna merah, dengan tambahan motif mereka.

Sementara itu di Brasil, juga hampir sama. Uang lembar bernilai 1 real, yang diterbitkan oleh Banco Central do Brasil di tahun 2000, bergambar patung Louvado, yang merupakan tokoh terkenal asal negara itu, dengan bagian belakang bergambar seekor burung, yang juga merupakan ikon negara tersebut. Itu adalah sebuah ikonik yang menarik dengan warna hijau lembut.

Negara bagian benua Afrika, yaitu Republik Afrika Tengah, pada tahun 1990 pernah menerbitkan uang dengan nominal 1000 francs, dengan gambar kepala negara, dan sejumlah ikon yang cukup banyak di bagian depan lembaran uang kertas tersebut. Sementara itu pada bagian belakang, mereka menggunakan gambar gajah dan gambar pemandangan yang asri.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar uang yang beredar di setiap negara saat ini, menampilkan simbol negara masing-masing, tahun pembuatan dan menampilkan sesuatu yang sangat khas, unik dan menarik dari negara-negara itu. Contoh gambar yang umum adalah gambar kepala negara, tokoh politik, pahlawan nasional, anggota kerajaan, seniman dan juga tokoh budaya.

Sedangkan untuk bagian yang lain, yang biasanya disebut dengan bagian belakang, bisa menggunakan gambar binatang khas, tanaman, gedung penanda negara (landmark), atau kegiatan budaya seperti tari-tarian atau rumah adat. Untuk semua ini, para seniman grafis dan pelukis tentu saja mempunyai peran yang cukup besar dalam pendesainan uang tersebut. Hal itu juga bisa ditemukan dalam desain uang logam. Jadi sudah biasa kiranya, jika uang sekarang ini memang haruslah memiliki simbol, ikon dan grafis yang unik. Uang yang polos tanpa gambar, bisa disebut sebagai uang yang tidak menarik lagi alias hambar dan bukan ciri khas uang modern.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com