Pada tahun 2011 lalu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 27,1 triliun. Pendapatan periode tahun 2011 tersebut berarti meningkat sebesar 39 persen dibanding periode tahun 2010 yang sebesar Rp 19,5 triliun. Peningkatan pendapatan Garuda Indonesia dicapai melalui ekspansi operasional perusahaan melalui program Quantum Leap, efisiensi perusahaan dan melalui utilisasi asset.

Selama tahun 2011, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia untuk domestik dan internasional mengalami peningkatan sebesar 27 persen menjadi 130.043 penerbangan, dibanding periode tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan. Selain itu pada 2011, Garuda berhasil mengangkut total sebanyak 17,1 juta penumpang, dengan perincian pada penerbangan domestik 13.9 juta orang dan penumpang international 3,2 juta orang. Angka tersebut berarti meningkat 36,8 persen dibanding 12.53 juta penumpang pada tahun 2010.


Tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) meningkat sebesar 5 persen menjadi 74,7 persen dari 71.7 persen pada tahun sebelumnya. Utilisasi pesawat juga meningkat dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat menjadi 85,68 persen dibanding 80,15 persen pada tahun 2010.

Pada periode tahun 2011, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan market share nya di pasar domestik menjadi 28.3 persen, meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 23.7 persen. Pada tahun 2011, pertumbuhan penumpang pesawat udara domestik adalah 16 persen. Dari angka tersebut Garuda Indonesia berhasil meraih pertumbuhan signifikan sebesar 36 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata-rata hanya sebesar 9 persen. Sementara penumpang internasional tumbuh sebesar 12 persen dimana pasar Garuda Indonesia berhasil tumbuh sebesar 29.5 persen diatas maskapai lainnya yang sebesar 8 persen.

Berkaitan dengan pengembangan armada dan ekspansi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia pada tahun 2011 menerima 11 pesawat baru, terdiri dari 9 pesawat B737-800 Next Generation dan 2 pesawat A330-200. Sehingga total pesawat yang dioperasikan selama tahun 2011 adalah sebanyak 88 pesawat, dengan rata-rata umur pesawat 6,5 tahun.

Makassar juga telah diresmikan sebagai hub ketiga setelah Jakarta dan Denpasar, pada tahun 2011. Sebagai hub, Makassar menghubungkan 15 kota di Sulawesi, Maluku, Papua dan Singapura. Garuda juga membuka tujuh rute baru selama 2011 yaitu rute Surabaya-Balikpapan, Balikpapan-Jogjakarta, Makassar-Gorontalo, Surabaya-Ambon, Makassar-Balikpapan, Makassar-Singapura dan Makassar-Ternate.

Selain itu, selama tahun 2011, Garuda Indonesia meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai kota di domestik dan internasional. Rute-rute Jakarta-Shanghai, Jakarta-Seoul, Denpasar-Seoul, dan Jakarta-Sydney ditingkatkan frekuensinya dari 5 kali menjadi 7 kali per minggu.
Pada tahun 2011 lalu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 27,1 triliun. Pendapatan periode tahun 2011 tersebut berarti meningkat sebesar 39 persen dibanding periode tahun 2010 yang sebesar Rp 19,5 triliun. Peningkatan pendapatan Garuda Indonesia dicapai melalui ekspansi operasional perusahaan melalui program Quantum Leap, efisiensi perusahaan dan melalui utilisasi asset.

Selama tahun 2011, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia untuk domestik dan internasional mengalami peningkatan sebesar 27 persen menjadi 130.043 penerbangan, dibanding periode tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan. Selain itu pada 2011, Garuda berhasil mengangkut total sebanyak 17,1 juta penumpang, dengan perincian pada penerbangan domestik 13.9 juta orang dan penumpang international 3,2 juta orang. Angka tersebut berarti meningkat 36,8 persen dibanding 12.53 juta penumpang pada tahun 2010.


Tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) meningkat sebesar 5 persen menjadi 74,7 persen dari 71.7 persen pada tahun sebelumnya. Utilisasi pesawat juga meningkat dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat menjadi 85,68 persen dibanding 80,15 persen pada tahun 2010.

Pada periode tahun 2011, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan market share nya di pasar domestik menjadi 28.3 persen, meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 23.7 persen. Pada tahun 2011, pertumbuhan penumpang pesawat udara domestik adalah 16 persen. Dari angka tersebut Garuda Indonesia berhasil meraih pertumbuhan signifikan sebesar 36 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata-rata hanya sebesar 9 persen. Sementara penumpang internasional tumbuh sebesar 12 persen dimana pasar Garuda Indonesia berhasil tumbuh sebesar 29.5 persen diatas maskapai lainnya yang sebesar 8 persen.

Berkaitan dengan pengembangan armada dan ekspansi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia pada tahun 2011 menerima 11 pesawat baru, terdiri dari 9 pesawat B737-800 Next Generation dan 2 pesawat A330-200. Sehingga total pesawat yang dioperasikan selama tahun 2011 adalah sebanyak 88 pesawat, dengan rata-rata umur pesawat 6,5 tahun.

Makassar juga telah diresmikan sebagai hub ketiga setelah Jakarta dan Denpasar, pada tahun 2011. Sebagai hub, Makassar menghubungkan 15 kota di Sulawesi, Maluku, Papua dan Singapura. Garuda juga membuka tujuh rute baru selama 2011 yaitu rute Surabaya-Balikpapan, Balikpapan-Jogjakarta, Makassar-Gorontalo, Surabaya-Ambon, Makassar-Balikpapan, Makassar-Singapura dan Makassar-Ternate.

Selain itu, selama tahun 2011, Garuda Indonesia meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai kota di domestik dan internasional. Rute-rute Jakarta-Shanghai, Jakarta-Seoul, Denpasar-Seoul, dan Jakarta-Sydney ditingkatkan frekuensinya dari 5 kali menjadi 7 kali per minggu.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com