Bagi para pencinta angkutan cepat, selain pesawat terbang, sebuah berita gembira datang dari pemerintah mengenai rencana pengoprasian kereta api peluru supercepat untuk jalur Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Rencananya kereta api tersebut menggunakan teknologi Shinkansen, kereta api Jepang, dan kereta api tersebut diberi nama Argo Cahaya.


Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah membutuhkan dana untuk mega proyek tersebut sekitar Rp. 150-180 triliun, dengan masa pembangunan sekitar lima tahun. Untuk tahap awal, pemerintah akan melakukan studi lebih detail tentang proyek super cepat itu. Meskipun sekarang sudah ada investor yang secara lisan menyatakan berminat, persiapan Argo Cahaya tetap harus direncanakan secara matang. Beberapa investor yang diajak bekerja sama, adalah dari Jepang dan Cina. Jadi anggaran keseluruhan yang akan dipergunakan untuk pembangunan tersebut adalah kombinasi baik dari pemerintah maupun swasta.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan bahwa Argo Cahaya tersebut akan melayani sembilan stasion pemberhentian, sepanjang dua rute antara Jakarta dan Surabaya. Dengan kecepatan yang direncanakan, waktu tempuh Jakarta-Surabaya yang berjarak 665 kilometer akan bisa diminimalisir menjadi hanya tiga jam. Waktu tempuh tersebut sangat jauh berbeda dengan kereta api eksekutif yang dipunyai Indonesia saat ini, yaitu Argo Aggrek, yang membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk rute Jakarta-Surabaya.
Bagi para pencinta angkutan cepat, selain pesawat terbang, sebuah berita gembira datang dari pemerintah mengenai rencana pengoprasian kereta api peluru supercepat untuk jalur Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Rencananya kereta api tersebut menggunakan teknologi Shinkansen, kereta api Jepang, dan kereta api tersebut diberi nama Argo Cahaya.


Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah membutuhkan dana untuk mega proyek tersebut sekitar Rp. 150-180 triliun, dengan masa pembangunan sekitar lima tahun. Untuk tahap awal, pemerintah akan melakukan studi lebih detail tentang proyek super cepat itu. Meskipun sekarang sudah ada investor yang secara lisan menyatakan berminat, persiapan Argo Cahaya tetap harus direncanakan secara matang. Beberapa investor yang diajak bekerja sama, adalah dari Jepang dan Cina. Jadi anggaran keseluruhan yang akan dipergunakan untuk pembangunan tersebut adalah kombinasi baik dari pemerintah maupun swasta.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan bahwa Argo Cahaya tersebut akan melayani sembilan stasion pemberhentian, sepanjang dua rute antara Jakarta dan Surabaya. Dengan kecepatan yang direncanakan, waktu tempuh Jakarta-Surabaya yang berjarak 665 kilometer akan bisa diminimalisir menjadi hanya tiga jam. Waktu tempuh tersebut sangat jauh berbeda dengan kereta api eksekutif yang dipunyai Indonesia saat ini, yaitu Argo Aggrek, yang membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk rute Jakarta-Surabaya.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com