Rabu, 04 Januari 2012

Pembelian tiket bus cepat Eka


Satu pekan yang lalu saya punya kepentingan keluarga di Yogyakarta, yang mengharuskan saja berangkat ke sana pada weekend, yaitu pada hari Jumat malam. Karena saya berangkat dari Surabaya, maka sebenarnya terdapat banyak alternatif angkutan yang bisa di pilih untuk pergi ke Jogja, diantaranya adalah kereta api, pesawat terbang dan juga bus.

Untuk perjalanan kali ini, saya ingin menggunakan bus. Sedangkan agar terasa nyaman di perjalanan, saya ingin mencari bus eksekutif cepat. Bus eksekutif cepat yang terkenal menguasai trayek Surabaya-Jogja dan sebaliknya adalah PO. Eka. Memang jika dilihat secara kasat mata, bus yang menguasai trayek Surabaya-Yogyakarta adalah PO. Eka-Mira dan PO. Sumber Kencono. Untuk alternatif bus ekonomi AC, Mira dan Sumber Kencono bisa dipilih.


Bus ekonomi AC fasilitasnya cukup lumayan, dengan konfigurasi seat 2-3, artinya dua kursi kiri dan tiga kursi kanan. Sedangkan space atau ruang untuk kaki tentu saja sangat pendek. Tapi dari pengalaman saya, Mira masih lebih longgar dari pada Sumber Kencono, itu kalau menurut saya.

Awalnya memang saya kebingungan ketika hendak membeli tiket bus cepat PO. Eka tersebut, maklum karena belum pernah menggunakannya. Meskipun begitu, akhirnya saya nekat berangkat ke terminal bus Purabaya atau Bungurasih, Surabaya.

Ibarat malu bertanya sesat dijalan, saya berusaha untuk mencari informasi terlebih dahulu tentang cara pembelian tiket bus cepat Eka, Surabaya-Jogja, kebada beberapa orang cleaning service terminal Purabaya. Dan mereka menginformasikan bahwa beli tiket bus cepat Eka sama dengan cara membeli tiket bus Ekonomi biasa. Yaitu tiket bus Eka hanya bisa dibeli langsung di atas bus. Jadi penumpang yang ingin naik bus Eka, cukup naik bus cepat tersebut terlebih dahulu dan langsung melakukan pembayaran pada kondektur bus. Ternyata PO Eka memang menerapkan kebijakan pembelian tiket langsung dengan arti tidak melalui agen tiket. Soal jadwal keberangkatan, mereka menambahkan bahwa kalau malam bisa 4 kali keberangkatan dalam satu jam, dari terminal Purabaya.

Saya sangat bersukur dengan cara itu, jadi saya tinggal mencari bus Eka langsung tanpa repot ke agen tiket. Akan tetapi ketika saya mencari bus Eka, ternyata pada weekend sangat susah, karena penumpang ramai dan bus tersebut cepat penuh. Bahkan ketika baru masuk ke terminal Bungurasih, bus tersebut sudah berisi penumpang.

Untunglah seorang informan dalam terminal memberitahu saya bahwa kalau weekend naik bus cepat Eka dari terminal Bugurasih agak susah. Agar lebih mudah, saya dianjurkan untuk langsung mencari bus cepat Eka yang kosong di markas bus PO. Eka langsung, yaitu di daerah Klethek, Sepanjang, Sidoarjo.

Karena setelah tiga kali bus Eka datang ke terminal Bungurasih, saya selalu gagal mendapatkan tempat duduk, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke markas bus PO. Eka di daerah Klethek. Ternyata benar, di sana sudah terdapat antrian para penumpang dengan tujuan Surabaya-Yogyakarta. Mereka rela menunggu bus Eka keluar dari hangar menuju Bungurasih kemudian berangkat ke Jogja, daripada harus berjubel menunggu di Bungurasih. Pertanyaan saya akhirnya terjawab kenapa bus Eka yang masuk Bungurasih sudah terisi penumpang, karena penumpang tersebut menunggu di pool bus Eka tersebut.

Di Klethek saat itu menunjukkan pukul 21.30 malam, dan akhirnya ada bus eksekutif cepat Eka yang keluar dari hangar dengan rute Surabaya-Solo-Jogya-Magelang. Dan... luar biasa, bus tersebut langsung penuh, termasuk saya di dalamnya. Kondisi tersebut tentu saja membuat penumpang yang menunggu di Bungurasih tidak akan mendapat kursi sama sekali, seperti saya sebelumnya.

Kondisi di dalam bus Eka tersebut ternyata cukup nyaman. Konfigurasi tempat duduk adalah 2-2, dengan jarak tempat yang cukup lapang dengan tempat duduk di depannya. Benar-benar terasa perbedaannya dengan bus ekonomi. Meskipun tidak terdapat fasilitas toilet di dalam bus, saya tetap merasa puas dan nyaman di dalamnya. Jadi tinggal penumpang saja yang harus menyiasati untuk tidak minum terlalu banyak sebelum naik bus. Karena kalau sampai kepingin kencing, akan susah.

Setelah beberapa saat melaju, kondektur bis membagikan minuman berupa aqua gelas kepada seluruh penumpang bus. Baru setelah itu kondektur meminta pembayaran karcis kepada penumpang. Memang benar, pembayaran tiket bus cepat Eka hanya dilakukan di dalam bus. Untuk rute Surabaya-Jogja, tarif yang harus saya bayar adalah Rp 63.000. Tarif tersebut sudah termasuk juga makan malam di rumah makan Duta, Ngawi, setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Surabaya. Mungkin harga tiket dari Jogja ke Surabaya juga sama.

Bus tersebut melaju tanpa berhenti sampai dengan rumah makan Duta. Suspensi bus tersebut terasa sangat nyaman. Meskipun lalu lintas hari Jumat malam lumayan ramai, supir bus tersebut sangat lihai mengendalikan bus, kencang, tapi tidak ugal-ugalan. Akhirnya saya sampai di terminal Giwangan, Yogyakarta pada sekitar pukul 4 pagi hari Sabtu dengan selamat. Waktu tempuh dari Surabaya ke Yogyakarta pada malam itu hanya sekitar 7 jam. Saya sangat puas dengan pengalaman pertama kali ke Jogja dengan bus cepat Eka ini.
 

Natural song

Ostrich vs Penguin

Bernard to fly

The winner