Entah bagaimana awalnya, saya bisa mendapatkan NameCheap, sebuah Web Hosting yang menyediakan fasilitas menyembunyikan data pribadi di whois.domaintools. Sebagai seorang blogger pemula, saya memang mencari-cari dan membandingkan antara Web Hosting yang satu dengan Web Hosting yang lainnya, baik itu dari Indonesia misalnya Dracoola Multimedia dan JagoanHosting, ataupun yang sudah terkenal di dunia, seperti HostGator dan JustHost.

Para Web Hosting tersebut mempunyai paket-paket unik dan menarik versi mereka sendiri, termasuk dalam harga dan fasilitas yang didapat dari harga tersebut. Pada akhirnya saya menemukan NameCheap, dimana kebetulan Web Hosting ini mempunyai satu fasilitas unik yang sangat saya sukai, yaitu WhoisGuard.


WhoisGuard adalah sebuah fasilitas dari NameCheap untuk menyembunyikan data-data pribadi kita, sehingga data tersebut tidak terlihat di dalam whois.domainstools. Fasilitas ini mempunyai lambang berupa topeng besi dan perisai.

Fasilitas ini bagi saya cukup menarik, karena kita bisa mensetting sendiri fasilitas tersebut menjadi disable atau enable, atau dihidupkan atau dimatikan, seketika itu juga ketika kita menginginkannya. Cara setting juga cukup mudah, seperti menu yang ditunjukkan dari gambar di bawah. Dengan meng-enable-kan WhoisGuard, maka kita bisa menjaga privasi data-data pribadi di website atau blog.


Maklum, sebagi blogger pemula, saya memang tidak ingin terkenal dulu, sebelum blog saya terkenal, karena akan malu kalau blog saya nantinya jelek, he.. he.. he... Fasilitas dari NameCheap ini saya rasa lebih membantu dibandingkan dengan harus menghubungi operator Web Hosting terlebih dahulu untuk menyembunyikan data-data pemilik website, begitu pula jika kita ingin menampilkan data-data kita tersebut. Banyak Web Hosting yang tidak memiliki fasilitas seperti ini dan mengharuskan kita untuk menghubungi mereka terlebih dahulu kalau ingin menyembunyikan atau menampilkan data pribadi. Padahal, terkadang fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menghindari spam.

Akan tetapi di NameCheap saya rasakan lebih mudah. Seperti saya jelaskan diatas, karena kita bisa mensetting sendiri seketika itu juga, dengan masuk ke menu My Account-Manage domains-Modify domain, di account NameCheap anda.

Hebatnya lagi, NameCheap memberikan fasilitas ini pada tahun pertama secara gratis, satu tahun penuh. Termasuk juga yang saya dapatkan, meskipun saya hanya membeli nama domain saja untuk blog ini, tanpa membeli web hosting. Terserah, kita mau menggunakan WhoisGuard tersebut atau tidak. Jika kita menginginkan WhoisGuard terus pada nantinya, kita akan dikenakan biaya per tahun yang cukup murah, hanya sekitar Rp 20.000 per tahun. Jika tidak menggunakannya lagi, ya tidak usah dibeli.


Gambar di atas tersebut adalah gambar tampilan blog ini di whois.domaintools ketika WhoisGuard-nya saya aktifkan. Data-data pribadi saya benar-benar tersembunyi. Terimakasih NameCheap untuk fasilitas gratis ini.
Entah bagaimana awalnya, saya bisa mendapatkan NameCheap, sebuah Web Hosting yang menyediakan fasilitas menyembunyikan data pribadi di whois.domaintools. Sebagai seorang blogger pemula, saya memang mencari-cari dan membandingkan antara Web Hosting yang satu dengan Web Hosting yang lainnya, baik itu dari Indonesia misalnya Dracoola Multimedia dan JagoanHosting, ataupun yang sudah terkenal di dunia, seperti HostGator dan JustHost.

Para Web Hosting tersebut mempunyai paket-paket unik dan menarik versi mereka sendiri, termasuk dalam harga dan fasilitas yang didapat dari harga tersebut. Pada akhirnya saya menemukan NameCheap, dimana kebetulan Web Hosting ini mempunyai satu fasilitas unik yang sangat saya sukai, yaitu WhoisGuard.


WhoisGuard adalah sebuah fasilitas dari NameCheap untuk menyembunyikan data-data pribadi kita, sehingga data tersebut tidak terlihat di dalam whois.domainstools. Fasilitas ini mempunyai lambang berupa topeng besi dan perisai.

Fasilitas ini bagi saya cukup menarik, karena kita bisa mensetting sendiri fasilitas tersebut menjadi disable atau enable, atau dihidupkan atau dimatikan, seketika itu juga ketika kita menginginkannya. Cara setting juga cukup mudah, seperti menu yang ditunjukkan dari gambar di bawah. Dengan meng-enable-kan WhoisGuard, maka kita bisa menjaga privasi data-data pribadi di website atau blog.


Maklum, sebagi blogger pemula, saya memang tidak ingin terkenal dulu, sebelum blog saya terkenal, karena akan malu kalau blog saya nantinya jelek, he.. he.. he... Fasilitas dari NameCheap ini saya rasa lebih membantu dibandingkan dengan harus menghubungi operator Web Hosting terlebih dahulu untuk menyembunyikan data-data pemilik website, begitu pula jika kita ingin menampilkan data-data kita tersebut. Banyak Web Hosting yang tidak memiliki fasilitas seperti ini dan mengharuskan kita untuk menghubungi mereka terlebih dahulu kalau ingin menyembunyikan atau menampilkan data pribadi. Padahal, terkadang fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menghindari spam.

Akan tetapi di NameCheap saya rasakan lebih mudah. Seperti saya jelaskan diatas, karena kita bisa mensetting sendiri seketika itu juga, dengan masuk ke menu My Account-Manage domains-Modify domain, di account NameCheap anda.

Hebatnya lagi, NameCheap memberikan fasilitas ini pada tahun pertama secara gratis, satu tahun penuh. Termasuk juga yang saya dapatkan, meskipun saya hanya membeli nama domain saja untuk blog ini, tanpa membeli web hosting. Terserah, kita mau menggunakan WhoisGuard tersebut atau tidak. Jika kita menginginkan WhoisGuard terus pada nantinya, kita akan dikenakan biaya per tahun yang cukup murah, hanya sekitar Rp 20.000 per tahun. Jika tidak menggunakannya lagi, ya tidak usah dibeli.


Gambar di atas tersebut adalah gambar tampilan blog ini di whois.domaintools ketika WhoisGuard-nya saya aktifkan. Data-data pribadi saya benar-benar tersembunyi. Terimakasih NameCheap untuk fasilitas gratis ini.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com