Salah satu perusahaan penerbangan berbiaya rendah Indonesia yang sedang berkembang, Citilink, diinformasikan akan resmi berpisah (spin off) dengan induknya, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk, mulai April 2012 mendatang.


Sebagai syarat spin off tersebut, Citilink harus mengantongi lisensi terbang berupa Air Operator Certificate (AOC). Penasehat Direksi Garuda untuk Pengembangan Citilink, Con Korfiatis, mengatakan bahwa mereka akan fokus untuk mencapai spin-off, setelah mendapatkan AOC terlebih dahulu.

AOC merupakan persetujuan yang diberikan oleh otoritas penerbangan nasional untuk memperoleh izin menggunakan pesawat untuk tujuan komersial, dengan cara mengirimkan secara lengkap mengenai personel, aset, dan sistem dari suatu perusahaan pesawat. Sertifikat itu juga akan mendaftarkan jenis pesawat dan registrasi yang akan digunakan oleh pesawat itu, untuk tujuan apa, dan rute spesifik yang dituju.

Korfiatis mengatakankan hal tersebut saat Citilink mengantongi Penerbitan Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU/NB) dari Kementerian Perhubungan. Setelah mendapatkan SIUAU/NB, Citilink tinggal memproses AOC untuk benar-benar menjadi perusahaan penerbangan mandiri yang tidak lagi menjadi strategy business unit (SBU) dari Garuda.

Plt. Direktur Angkutan Udara Kemenhub Djoko Murjatmodjo mengemukakan, pihaknya telah mengeluarkan SIUAU/NB resmi sejak 27 Januari 2012. Hingga kini Citilink telah mengusulkan 70 rute domestik dan 16 rute internasional untuk berbagai jenis rute penerbangannya. Menurut VP Komunikasi Perusahaan Garuda, Pujobroto, Citilink saat ini baru beroperasi dengan sembilan pesawat dengan jumlah 35 penerbangan per hari. Pujobroto menuturkan, jumlah penerbangan yang dilakukan oleh Citilink diharapkan dapat mencapai hingga 120-130 per hari dengan jumlah pesawat mencapai hingga 20 pesawat pada 2012.

Sementara itu, Wakil Presiden Citilink, yang juga Direktur Keuangan Garuda, Elisa Lumbantoruan, mengatakan bahwa total investasi yang dilakukan pihaknya dalam mencapai tahap spin-off ini jumlahnya sangat besar. Dana cash total saat ini untuk pengoperasian Citilink adalah sekitar Rp 435 miliar. Jika modal tersebut ditambahkan dengan modal awal, maka besarnya diperkirakan telah mencapai Rp 1,7 triliun sampai dengan Rp 1,8 triliun.
Salah satu perusahaan penerbangan berbiaya rendah Indonesia yang sedang berkembang, Citilink, diinformasikan akan resmi berpisah (spin off) dengan induknya, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk, mulai April 2012 mendatang.


Sebagai syarat spin off tersebut, Citilink harus mengantongi lisensi terbang berupa Air Operator Certificate (AOC). Penasehat Direksi Garuda untuk Pengembangan Citilink, Con Korfiatis, mengatakan bahwa mereka akan fokus untuk mencapai spin-off, setelah mendapatkan AOC terlebih dahulu.

AOC merupakan persetujuan yang diberikan oleh otoritas penerbangan nasional untuk memperoleh izin menggunakan pesawat untuk tujuan komersial, dengan cara mengirimkan secara lengkap mengenai personel, aset, dan sistem dari suatu perusahaan pesawat. Sertifikat itu juga akan mendaftarkan jenis pesawat dan registrasi yang akan digunakan oleh pesawat itu, untuk tujuan apa, dan rute spesifik yang dituju.

Korfiatis mengatakankan hal tersebut saat Citilink mengantongi Penerbitan Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU/NB) dari Kementerian Perhubungan. Setelah mendapatkan SIUAU/NB, Citilink tinggal memproses AOC untuk benar-benar menjadi perusahaan penerbangan mandiri yang tidak lagi menjadi strategy business unit (SBU) dari Garuda.

Plt. Direktur Angkutan Udara Kemenhub Djoko Murjatmodjo mengemukakan, pihaknya telah mengeluarkan SIUAU/NB resmi sejak 27 Januari 2012. Hingga kini Citilink telah mengusulkan 70 rute domestik dan 16 rute internasional untuk berbagai jenis rute penerbangannya. Menurut VP Komunikasi Perusahaan Garuda, Pujobroto, Citilink saat ini baru beroperasi dengan sembilan pesawat dengan jumlah 35 penerbangan per hari. Pujobroto menuturkan, jumlah penerbangan yang dilakukan oleh Citilink diharapkan dapat mencapai hingga 120-130 per hari dengan jumlah pesawat mencapai hingga 20 pesawat pada 2012.

Sementara itu, Wakil Presiden Citilink, yang juga Direktur Keuangan Garuda, Elisa Lumbantoruan, mengatakan bahwa total investasi yang dilakukan pihaknya dalam mencapai tahap spin-off ini jumlahnya sangat besar. Dana cash total saat ini untuk pengoperasian Citilink adalah sekitar Rp 435 miliar. Jika modal tersebut ditambahkan dengan modal awal, maka besarnya diperkirakan telah mencapai Rp 1,7 triliun sampai dengan Rp 1,8 triliun.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com