Musim dingin yang ganas tidak hanya terjadi di negara-negara Eropa. Cuaca dingin tersebut juga terjadi di beberapa wilayah Asia sampai dengan menyebabkan korban jiwa. Salah satu negara yang mengalami suhu dingin tersebut adalah Afganistan yang telah menyebabkan kurang lebih 40 orang meninggal dunia.

Sebagian besar korban tewas terdapat di pinggiran kota Kabul yang merupakan kem pengungsian. Lokasi pengungsian tersebut ditempati oleh ribuan warga Afganistan yang mengungsi akibat perang dan intimidasi Taliban di sebelah selatan Afganistan. Selain itu korban tewal lainnya berasal dari dataran tinggi di bagian tengah Afganistan.

Cuaca dingin yang diwarnai dengan hujan salju lebat tidak hanya terjadi di Afganistan. Negara-negara lainnya yang juga dilanda cuaca dingin ekstrem adalah India, pakistan, Syria, Palestina dan Lebanon. Akan tetapi di negara-negara lainnya tersebut sampai sekarang tidak ada loporan tentang jatuhnya korban.

Afganistan adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran tinggi dan pegunungan. Saat ini negara tersebut mengalami musim dingin paling parah dalam 15 tahun terakhir. Organisasi internasional amal untuk anak-anak Save the Children memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan memburuk sehingga mengancam para pengungsi. Bahkan lembaga tersebut juga memperkirakan jumlah korban jiwa di Afganistan akan terus bertambah.

Suhu udara di negara itu turun drastis hingga 17 derajat Celsius di bawah nol. Kondisi udara yang ganas menyebabkan anak-anak tidak mempunyai cukup perlindungan untuk menyelamatkan diri. Menurut Save the Children ada sekitar 20 ribu pengungsi tinggal di sekitar 30 tempat penampungan sementara di kota Kabul. Sebagian besar kondisi para pengungsi tersebut sangat memprihatinkan.

Musim dingin yang ganas tidak hanya terjadi di negara-negara Eropa. Cuaca dingin tersebut juga terjadi di beberapa wilayah Asia sampai dengan menyebabkan korban jiwa. Salah satu negara yang mengalami suhu dingin tersebut adalah Afganistan yang telah menyebabkan kurang lebih 40 orang meninggal dunia.

Sebagian besar korban tewas terdapat di pinggiran kota Kabul yang merupakan kem pengungsian. Lokasi pengungsian tersebut ditempati oleh ribuan warga Afganistan yang mengungsi akibat perang dan intimidasi Taliban di sebelah selatan Afganistan. Selain itu korban tewal lainnya berasal dari dataran tinggi di bagian tengah Afganistan.

Cuaca dingin yang diwarnai dengan hujan salju lebat tidak hanya terjadi di Afganistan. Negara-negara lainnya yang juga dilanda cuaca dingin ekstrem adalah India, pakistan, Syria, Palestina dan Lebanon. Akan tetapi di negara-negara lainnya tersebut sampai sekarang tidak ada loporan tentang jatuhnya korban.

Afganistan adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran tinggi dan pegunungan. Saat ini negara tersebut mengalami musim dingin paling parah dalam 15 tahun terakhir. Organisasi internasional amal untuk anak-anak Save the Children memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan memburuk sehingga mengancam para pengungsi. Bahkan lembaga tersebut juga memperkirakan jumlah korban jiwa di Afganistan akan terus bertambah.

Suhu udara di negara itu turun drastis hingga 17 derajat Celsius di bawah nol. Kondisi udara yang ganas menyebabkan anak-anak tidak mempunyai cukup perlindungan untuk menyelamatkan diri. Menurut Save the Children ada sekitar 20 ribu pengungsi tinggal di sekitar 30 tempat penampungan sementara di kota Kabul. Sebagian besar kondisi para pengungsi tersebut sangat memprihatinkan.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com