Badan keselamatan penerbangan Eropa (EASA) telah menerbitkan sertifikat kelayakan terbang untuk pesawat terbang terbaru buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100. Para pakar penerbangan EASA telah melakukan serangkaian uji coba terhadap pesawat yang dikenal dengan nama SSJ100 tersebut sejak akhir Juni 2011, yang dilaksanakan di bandar udara Blagnac di Toulouse, Perancis. Para pilot penguji EASA telah menjalankan lebih dari 45 kali uji terbang pesawat baru itu, sebagai prosedur sertifikasi IAC AR Type Certificate.


SSJ100 adalah pesawat penumpang yang dirancang oleh Sukhoi, dimana pabrik pesawat terbang dari Rusia itu lebih terkenal terlebih dahulu dengan produk-produk pesawat tempurnya. Contohnya saja Su-27 yang merupakan pesawat tempur buatan Sukhoi yang sudah diakui sebagai pesawat yang sangat lincah dan sudah banyak negara yang memakainya, termasuk Indonesia.

Sementara itu, SSJ100 adalah pesawat penumpang yang mempunyai kapasitas sekitar 100 penumpang, dengan daya jelajah hingga 4500 kilometer. Dalam memproduksi pesawat penumpang ini, Sukhoi telah bekerjasama dengan berbagai penerbangan Eropa dan AS, seperti Boeing Company, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, Snecma, Thales dan Honeywell.

Wakil Presiden Sukhoi Civil Aircraft, Igor Vinogradov mengatakan bahwa sertifikasi EASA adalah tahapan prioritas utama dari seluruh program SSJ100. Sertifikat dari EASA itu diyakini akan bisa mendongkrak pemesanan terhadap pesawat penumpang jet ukuran menengah tersebut.


Hingga saat ini, setidaknya sekitar 200 pesawat itu telah dipesan oleh berbagai maskapai di dunia. Sementara itu maskapai di Indonesia juga ada yang tertarik untuk menggunakan Sukhoi SSJ100 ini sebagai armada mereka yaitu Sky Aviation. Menurut informasi, PT Sky Aviation telah menandatangani kontrak untuk pembelian 12 pesawat penumpang tersebut, dengan nilai nominal sebesar US $ 380.4 juta.
Badan keselamatan penerbangan Eropa (EASA) telah menerbitkan sertifikat kelayakan terbang untuk pesawat terbang terbaru buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100. Para pakar penerbangan EASA telah melakukan serangkaian uji coba terhadap pesawat yang dikenal dengan nama SSJ100 tersebut sejak akhir Juni 2011, yang dilaksanakan di bandar udara Blagnac di Toulouse, Perancis. Para pilot penguji EASA telah menjalankan lebih dari 45 kali uji terbang pesawat baru itu, sebagai prosedur sertifikasi IAC AR Type Certificate.


SSJ100 adalah pesawat penumpang yang dirancang oleh Sukhoi, dimana pabrik pesawat terbang dari Rusia itu lebih terkenal terlebih dahulu dengan produk-produk pesawat tempurnya. Contohnya saja Su-27 yang merupakan pesawat tempur buatan Sukhoi yang sudah diakui sebagai pesawat yang sangat lincah dan sudah banyak negara yang memakainya, termasuk Indonesia.

Sementara itu, SSJ100 adalah pesawat penumpang yang mempunyai kapasitas sekitar 100 penumpang, dengan daya jelajah hingga 4500 kilometer. Dalam memproduksi pesawat penumpang ini, Sukhoi telah bekerjasama dengan berbagai penerbangan Eropa dan AS, seperti Boeing Company, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, Snecma, Thales dan Honeywell.

Wakil Presiden Sukhoi Civil Aircraft, Igor Vinogradov mengatakan bahwa sertifikasi EASA adalah tahapan prioritas utama dari seluruh program SSJ100. Sertifikat dari EASA itu diyakini akan bisa mendongkrak pemesanan terhadap pesawat penumpang jet ukuran menengah tersebut.


Hingga saat ini, setidaknya sekitar 200 pesawat itu telah dipesan oleh berbagai maskapai di dunia. Sementara itu maskapai di Indonesia juga ada yang tertarik untuk menggunakan Sukhoi SSJ100 ini sebagai armada mereka yaitu Sky Aviation. Menurut informasi, PT Sky Aviation telah menandatangani kontrak untuk pembelian 12 pesawat penumpang tersebut, dengan nilai nominal sebesar US $ 380.4 juta.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com