Sebuah skandal terbesar di dunia sepak bola China, akhirnya berakhir di pengadilan. Menurut informasi, peradilan China telah menjatuhkan vonis terhdap Lu Jun, yang merupakan wasit sepak bola terbaik China, yang pernah bertugas di Olimpiade Sydney tahun 2000 dan Piala Dunia 2002.

Lu Jun divonis lima setengah tahun penjara, setelah terbukti berperan besar dalam pengaturan skor dan perjudian di liga sepak bola China. Skandal itu sebenarnya sudah mulai terbongkar sejak dua tahun yang lalu. Putusan tersebut diberikan oleh hakim pengadilan pidana Provinsi Liaoning, daerah di bagian Timur Laut China.

Selain memberikan hukuman berat tersebut, pengadilan juga menyita properti milik Lu Jun yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 145 juta. Skandal tersebut juga menyeret tiga wasit dan pengadil lapangan lainnya, yaitu Zhou Weixin, Wan Daxue dan Huang Junjie. Ketika wasit tersebut dijatuhi hukuman enam bulan, enam tahun dan tujuh tahun.

Bukan hanya itu saja, khasus tersebut juga semakin berkembang dengan menyeret para petugas pertandingan dan sejumlah pengurus Asosiasi Sepak Bola China (CFA). Mereka dicopot dari jabatannya masing-masing, karena tersangkut dalam skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola tersebut. Salah satu seorang pengurus yang kasusnya juga telah dituntaskan adalah Lu Feng, yang merupakan kepala bidang komersial Liga Super China.

Belum semua kasus tersebut telah dituntaskan, sekarang ini pengadilan China sedang memfokuskan diri untuk memproses mantan Ketua CFA, Nan Yong, penggantinya, Xie Yalong, dan beberapa wakil ketua CFA. Selain itu juga terdapat puluhan pengurus dari 24 klub liga, yang juga diancam hukuman. Vonis terhadapa tersangka lainnya itu rencananya akan diputuskan pada hari Sabtu tanggal 18 Februari 2012 ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai kasus perjudian dan pengaturan skor pertandingan dalam liga lokal kerap terjadi di China yang dilakukan oleh oknum wasit-wasit nakal. Apalagi pemerintah China sekarang ini semakin prihatin dengan memburuknya kualitas dan penampilan tim nasional China. Masyarakat pencinta sepak bola juga tidak henti-hentinya mengolok-olok tindakan tidak terpuji tersebut. Parahnya lagi masyarakat merasa bahwa CFA tidak hanya mengatur skor pada pertandingan lokal saja, akan tetapi mereka juga melakukannya pada pertandingan tim nasional China.
Sebuah skandal terbesar di dunia sepak bola China, akhirnya berakhir di pengadilan. Menurut informasi, peradilan China telah menjatuhkan vonis terhdap Lu Jun, yang merupakan wasit sepak bola terbaik China, yang pernah bertugas di Olimpiade Sydney tahun 2000 dan Piala Dunia 2002.

Lu Jun divonis lima setengah tahun penjara, setelah terbukti berperan besar dalam pengaturan skor dan perjudian di liga sepak bola China. Skandal itu sebenarnya sudah mulai terbongkar sejak dua tahun yang lalu. Putusan tersebut diberikan oleh hakim pengadilan pidana Provinsi Liaoning, daerah di bagian Timur Laut China.

Selain memberikan hukuman berat tersebut, pengadilan juga menyita properti milik Lu Jun yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 145 juta. Skandal tersebut juga menyeret tiga wasit dan pengadil lapangan lainnya, yaitu Zhou Weixin, Wan Daxue dan Huang Junjie. Ketika wasit tersebut dijatuhi hukuman enam bulan, enam tahun dan tujuh tahun.

Bukan hanya itu saja, khasus tersebut juga semakin berkembang dengan menyeret para petugas pertandingan dan sejumlah pengurus Asosiasi Sepak Bola China (CFA). Mereka dicopot dari jabatannya masing-masing, karena tersangkut dalam skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola tersebut. Salah satu seorang pengurus yang kasusnya juga telah dituntaskan adalah Lu Feng, yang merupakan kepala bidang komersial Liga Super China.

Belum semua kasus tersebut telah dituntaskan, sekarang ini pengadilan China sedang memfokuskan diri untuk memproses mantan Ketua CFA, Nan Yong, penggantinya, Xie Yalong, dan beberapa wakil ketua CFA. Selain itu juga terdapat puluhan pengurus dari 24 klub liga, yang juga diancam hukuman. Vonis terhadapa tersangka lainnya itu rencananya akan diputuskan pada hari Sabtu tanggal 18 Februari 2012 ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai kasus perjudian dan pengaturan skor pertandingan dalam liga lokal kerap terjadi di China yang dilakukan oleh oknum wasit-wasit nakal. Apalagi pemerintah China sekarang ini semakin prihatin dengan memburuknya kualitas dan penampilan tim nasional China. Masyarakat pencinta sepak bola juga tidak henti-hentinya mengolok-olok tindakan tidak terpuji tersebut. Parahnya lagi masyarakat merasa bahwa CFA tidak hanya mengatur skor pada pertandingan lokal saja, akan tetapi mereka juga melakukannya pada pertandingan tim nasional China.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com