Yaman akan menjadi negara Arab pertama yang mampu mengakhiri revolusi rakyat melalu jalan damai berupa kesepakatan politik, dan bukan menggulingkan kekuasaan. Kekuasaan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dipastikan akan resmi berakhir pada minggu ini, saat referendum digelar di negara itu, untuk menentukan masa depan pemerintahan baru.

Rezim Abdullah Saleh yang berkuasa selama ini dipastikan akan berakhir, karena dalam surat suara yang akan dipergunakan dalam referendum hanya terdapat satu nama saja, yaitu Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi. Wapres Yaman tersebut adalah mantan tentara yang sekarang berusia 66 tahun, dan merupakan calon tunggal pengganti Abdullah Saleh.

Pemilihan pemimpin baru dengan kandidat tunggal merupakan wujud syarat yang diberikan oleh negara-negara Teluk, untuk mewujudkan masa transisi di Yaman dan telah disepakati Abdullah Saleh pada bulan November tahun lalu. Kesepakatan tersebut terjadi setelah 10 bulan terjadi unjuk rasa besar-besaran dari rakyat dan tekanan dunia internasional untuk mendesaknya mundur dari jabatan Presiden.

Pendukung utama revolusi Yaman telah menyerukan rakyat agar memilih Hadi sebagai Presiden. Poster-poster bergambar Wapres Abdrabuh Mansur Hadi telah tersebar di seluruh Yaman. Sementara itu dua oposisi utama, Gerakan Selatan yang ingin memerdekakan diri dan kelompok Zaidi di Utara Yaman memboikot referendum tersebut.

Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar, pimpinan militer yang membelot ke oposisi pada bulan Maret lalu dan mendukung perlawanan rakyat mengatakan bahwa Hadi telah mendapatkan dukungan dari dalam negeri dan luar negeri. Calon tunggal tersebut dianggap mempunyai visi yang bagus untuk masa depan. Tokoh peraih Nobel Perdamaian dari Yaman, Tawakkul Karman juga mendukung sang Wakil Presiden. Dia mengatakan bahwa pemilu yang akan dilakukan pekan ini adalah hasil perjuangan pemuda Yaman.

Setelah Hadi resmi menjabat Presiden, dia dijadwalkan akan melakukan dialog nasional, yang merupakan langkah pertama yang harus dilakukan pada masa transisi. Masa transisi akan dipergunakan untuk menyiapkan pemilu Presiden dan Parlemen dalam dua tahun mendatang. Akan tetapi, sebagian rakyat Yaman masih mengkhawatirkan peran militer negara itu yang masih sangat besar. Militer Yaman saat ini masih berada di bawah kendali putra dan keponakan Saleh. Padahal mereka dinilai bertanggungjawab atas terjadinya pertumpahan darah para demonstran Yaman selama ini.
Yaman akan menjadi negara Arab pertama yang mampu mengakhiri revolusi rakyat melalu jalan damai berupa kesepakatan politik, dan bukan menggulingkan kekuasaan. Kekuasaan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dipastikan akan resmi berakhir pada minggu ini, saat referendum digelar di negara itu, untuk menentukan masa depan pemerintahan baru.

Rezim Abdullah Saleh yang berkuasa selama ini dipastikan akan berakhir, karena dalam surat suara yang akan dipergunakan dalam referendum hanya terdapat satu nama saja, yaitu Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi. Wapres Yaman tersebut adalah mantan tentara yang sekarang berusia 66 tahun, dan merupakan calon tunggal pengganti Abdullah Saleh.

Pemilihan pemimpin baru dengan kandidat tunggal merupakan wujud syarat yang diberikan oleh negara-negara Teluk, untuk mewujudkan masa transisi di Yaman dan telah disepakati Abdullah Saleh pada bulan November tahun lalu. Kesepakatan tersebut terjadi setelah 10 bulan terjadi unjuk rasa besar-besaran dari rakyat dan tekanan dunia internasional untuk mendesaknya mundur dari jabatan Presiden.

Pendukung utama revolusi Yaman telah menyerukan rakyat agar memilih Hadi sebagai Presiden. Poster-poster bergambar Wapres Abdrabuh Mansur Hadi telah tersebar di seluruh Yaman. Sementara itu dua oposisi utama, Gerakan Selatan yang ingin memerdekakan diri dan kelompok Zaidi di Utara Yaman memboikot referendum tersebut.

Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar, pimpinan militer yang membelot ke oposisi pada bulan Maret lalu dan mendukung perlawanan rakyat mengatakan bahwa Hadi telah mendapatkan dukungan dari dalam negeri dan luar negeri. Calon tunggal tersebut dianggap mempunyai visi yang bagus untuk masa depan. Tokoh peraih Nobel Perdamaian dari Yaman, Tawakkul Karman juga mendukung sang Wakil Presiden. Dia mengatakan bahwa pemilu yang akan dilakukan pekan ini adalah hasil perjuangan pemuda Yaman.

Setelah Hadi resmi menjabat Presiden, dia dijadwalkan akan melakukan dialog nasional, yang merupakan langkah pertama yang harus dilakukan pada masa transisi. Masa transisi akan dipergunakan untuk menyiapkan pemilu Presiden dan Parlemen dalam dua tahun mendatang. Akan tetapi, sebagian rakyat Yaman masih mengkhawatirkan peran militer negara itu yang masih sangat besar. Militer Yaman saat ini masih berada di bawah kendali putra dan keponakan Saleh. Padahal mereka dinilai bertanggungjawab atas terjadinya pertumpahan darah para demonstran Yaman selama ini.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com