Menggelar perhelatan akbar seperti Euro 2012 merupakan pekerjaan berat dan serius bagi negara tuan rumah. Ukraina yang akan menjadi tuan rumah bersama Polandia sempat khawatir tentang kondisi infrastruktur yang digunakan untuk menampung fans yang akan membanjiri negaranya, meskipun Euro 2012 baru akan dilangsungkan Juni 2012 mendatang.

Setelah beberapa tahun bekerja keras membuat sarana dan prasarana Euro 2012, kini Ukraina sudah memiliki fasilitas bandara, infrastruktur jalan dan rel kereta api yang nyaris selesai pengerjaannya. Meskipun demikian, panitia lokal setempat masih menyimpan kekhawatiran karena mereka harus berhasil memfasilitasi puluhan ribu penggemar tim negara-negara Eropa yang akan serentak datang di perhelatan akbar itu nantinya.

Seperti diketahui, Ukraina yang bertugas sebagai tuan rumah bersama Polandia akan mendapat jatah menggelar 12 pertandingan. Empat pertandingan di Group B, empat pertandingan di Group D dan dilanjutkan dua pertandingan perempat final, satu semifinal dan juga partai final yang akan diselenggarakan di Olympic Stadium, Kiev, 1 Juli 2012. Perkiraan sementara jumlah pengunjung akan mencapai satu juta orang pada saat Euro 2012 dilangsungkan. Contohnya saja akan ada sekitar 11.000 pendukung Prancis dan 26.000 pendukung Inggris yang siap menyaksikan tim mereka.

Kekhawatiran Ukraina adalah tiga bandara baru yang dibangun khusus untuk pergelaran Euro 2012, sedangkan satu bandara lagi peninggalan Uni Soviet. Selain Bandara, transportasi darat juga menjadi perhatian khusus Badan Sepak Bola Eropa (UEFA). Meskipun demikian badan sepakbola yang dipimpin oleh Michel Platini tersebut mengatakan bahwa Ukraina sudah 95% siap sebagai tuan rumah sejauh ini.

Diinformasikan juga bahwa Ukraina telah membeli sejumlah kereta api berkecepatan tinggi dari Korea Selatan untuk meningkatkan layanan kereta api. Tujuh belas kereta api diantaranya diklaim bisa menampung hingga 9000 penumpang. Transportasi masal tersebut akan beroperasi setiap hari antara Ukraina dan Polandia. Selain kereta api, pemerintah setempat juga sudah meningkatkan akses jalan raya antara Ukraina dan Polandia.

Mengenai akomodasi atau penginapan, Pemerintah Ukraina telah bekerja sama dengan swasta untuk mendirikan hostel, inn atau hotel baru. Ada pula yang menjadikan rumah penduduk sebagai penginapan sementara. Akan tetapi harga penginapan di ibu kota Ukraina, Kiev sangat tinggi. Kabarnya penginapan yang berupa inn sederhana, mencapai harga US $ 332 per malam. Harga tersebut sangat jauh berbeda dengan penginapan di ibu kota Polandia, Warsawa, yang mana harga hostel sederhana murah ditempat itu berkisar antara US $ 54 sampai US $ 60 saja.
Menggelar perhelatan akbar seperti Euro 2012 merupakan pekerjaan berat dan serius bagi negara tuan rumah. Ukraina yang akan menjadi tuan rumah bersama Polandia sempat khawatir tentang kondisi infrastruktur yang digunakan untuk menampung fans yang akan membanjiri negaranya, meskipun Euro 2012 baru akan dilangsungkan Juni 2012 mendatang.

Setelah beberapa tahun bekerja keras membuat sarana dan prasarana Euro 2012, kini Ukraina sudah memiliki fasilitas bandara, infrastruktur jalan dan rel kereta api yang nyaris selesai pengerjaannya. Meskipun demikian, panitia lokal setempat masih menyimpan kekhawatiran karena mereka harus berhasil memfasilitasi puluhan ribu penggemar tim negara-negara Eropa yang akan serentak datang di perhelatan akbar itu nantinya.

Seperti diketahui, Ukraina yang bertugas sebagai tuan rumah bersama Polandia akan mendapat jatah menggelar 12 pertandingan. Empat pertandingan di Group B, empat pertandingan di Group D dan dilanjutkan dua pertandingan perempat final, satu semifinal dan juga partai final yang akan diselenggarakan di Olympic Stadium, Kiev, 1 Juli 2012. Perkiraan sementara jumlah pengunjung akan mencapai satu juta orang pada saat Euro 2012 dilangsungkan. Contohnya saja akan ada sekitar 11.000 pendukung Prancis dan 26.000 pendukung Inggris yang siap menyaksikan tim mereka.

Kekhawatiran Ukraina adalah tiga bandara baru yang dibangun khusus untuk pergelaran Euro 2012, sedangkan satu bandara lagi peninggalan Uni Soviet. Selain Bandara, transportasi darat juga menjadi perhatian khusus Badan Sepak Bola Eropa (UEFA). Meskipun demikian badan sepakbola yang dipimpin oleh Michel Platini tersebut mengatakan bahwa Ukraina sudah 95% siap sebagai tuan rumah sejauh ini.

Diinformasikan juga bahwa Ukraina telah membeli sejumlah kereta api berkecepatan tinggi dari Korea Selatan untuk meningkatkan layanan kereta api. Tujuh belas kereta api diantaranya diklaim bisa menampung hingga 9000 penumpang. Transportasi masal tersebut akan beroperasi setiap hari antara Ukraina dan Polandia. Selain kereta api, pemerintah setempat juga sudah meningkatkan akses jalan raya antara Ukraina dan Polandia.

Mengenai akomodasi atau penginapan, Pemerintah Ukraina telah bekerja sama dengan swasta untuk mendirikan hostel, inn atau hotel baru. Ada pula yang menjadikan rumah penduduk sebagai penginapan sementara. Akan tetapi harga penginapan di ibu kota Ukraina, Kiev sangat tinggi. Kabarnya penginapan yang berupa inn sederhana, mencapai harga US $ 332 per malam. Harga tersebut sangat jauh berbeda dengan penginapan di ibu kota Polandia, Warsawa, yang mana harga hostel sederhana murah ditempat itu berkisar antara US $ 54 sampai US $ 60 saja.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com