Pada tanggal 24 April 2012 merupakan ulang tahun Gideon Sundback yang ke 132. Gideon Sundback adalah insinyur listrik berkebangsaan campuran antara Amerika dan Swedia. Beliau adalah orang yang sering dikaitkan dengan prestasinya dalam pengembangan resleting, atau ejaan yang benar adalah "ritsleting". Ada juga yang menyebut dengan retsleting atau zipper.


Dimana sekarang ini ritsleting adalah salah satu unsur yang umum ada pada pakaian. Baik itu pada baju maupun celana. Bukan hanya itu saja, tas sebagain besar juga menggunakan komponen ini, bahkan sepatu. Mungkin jika tanpa jasa beliau, busana yang kita kenakan saat ini tidak akan mempunyai ritsleting, yang tanpa kita sadari merupakan sebuah penemuan yang canggih.


Untuk memperingati jasanya, pada tanggal 24 April 2012 yang lalu, Google memasang logo Google yang berupa ritsleting pada halaman utamanya. Tampilan logo Google ber-ritsleting tersebut sangat unik dan menarik, seperti pada logo-logo Google unik lainnya.



Sang penemu tersebut mempunyai nama lengkap Otto Fredrik Gideon Sundback, yang lahir di Swedia. Dia adalah anak dari Jonas Otto Magnusson Sundback, seorang petani kaya dan sang ibu bernama Kristina Karolina Klasdotter. Setelah menghabiskan masa studinya di Swedia, Sundback pindah ke Jerman, dimana ia belajar di sekolah politeknik di Bingen am Rhein. Pada tahun 1903, Sundback mengambil ujian insinyur, dan pada tahun 1905, dia pindah ke Amerika Serikat.

Di Amerika, Gideon Sundback mulai bekerja di Westinghouse Electric dan Manufacturing Company di Pittsburgh, Pennsylvania. Setahun kemudian, ia dipekerjakan oleh Universal Fastener Company di Hoboken, New Jersey. Pada tahun 1909, Sundback menikahi Elvira Aronson, seoarang putri dari manajer pabrik kelahiran Swedia, selanjutnya Sundback dipromosikan ke posisi kepala desainer di Universal Fastener.

Meskipun bukan pencetus pertama dari ritsleting, Gideon Sundback telah membuat beberapa kemajuan dalam pengembangan ritsleting antara tahun 1906 dan 1914. Dia bertanggung jawab untuk meningkatkan “Judson C-curity Fastener“. Saat itu produk perusahaan masih berdasarkan kait dan kancing. Sundback mengembangkan versi perbaikan dari C-curity, yang disebut “Plako”.


Ia meningkatkan jumlah elemen pengancing dari empat per inci sampai sepuluh atau sebelas. Penemuan-nya memiliki dua baris gigi berhadapan yang ditarik ke dalam satu bagian dengan slider, dan meningkatkan pembuka untuk gigi yang dipandu oleh slider. Di tahun 1914 Sundback mengembangkan sebuah versi baru dengan kode nama “No Hookless 2“, yang merupakan logam ritsleting modern seperti yang kita kenal sekarang ini. Atas penemuannya ini, beliau dihadiahi paten Amerika Serikat no. 1219881 untuk “Fastener Separable”, yang dikeluarkan pada tahun 1917.

Ritsleting sendiri dipopulerkan pada tahun 1923 oleh BF Goodrich, setelah dipasang pada produk sepatu boot mereka. Dua puluh tahun kemudian, industri fashion mulai menerapkan penggunaan ritsleting, tepatnya di masa Perang Dunia II dimana para tentara mulai menggunakan celana panjang dan baju dengan ritsleting modern. Dan akhirnya adalah seperti sekarang ini, ritsleting ditemukan dengan mudah dimana-mana, mulai dari yang berkualitas rendah sampai dengan berkualitas tinggi. Di Indonesia salah satu contoh brand resleting yang terkenal bagus adalah YKK. Apakah anda menyadarinya bahwa ritsleting membutuhkan proses penemuan dan pengembangan yang begitu lama?

Pada tanggal 24 April 2012 merupakan ulang tahun Gideon Sundback yang ke 132. Gideon Sundback adalah insinyur listrik berkebangsaan campuran antara Amerika dan Swedia. Beliau adalah orang yang sering dikaitkan dengan prestasinya dalam pengembangan resleting, atau ejaan yang benar adalah "ritsleting". Ada juga yang menyebut dengan retsleting atau zipper.


Dimana sekarang ini ritsleting adalah salah satu unsur yang umum ada pada pakaian. Baik itu pada baju maupun celana. Bukan hanya itu saja, tas sebagain besar juga menggunakan komponen ini, bahkan sepatu. Mungkin jika tanpa jasa beliau, busana yang kita kenakan saat ini tidak akan mempunyai ritsleting, yang tanpa kita sadari merupakan sebuah penemuan yang canggih.


Untuk memperingati jasanya, pada tanggal 24 April 2012 yang lalu, Google memasang logo Google yang berupa ritsleting pada halaman utamanya. Tampilan logo Google ber-ritsleting tersebut sangat unik dan menarik, seperti pada logo-logo Google unik lainnya.



Sang penemu tersebut mempunyai nama lengkap Otto Fredrik Gideon Sundback, yang lahir di Swedia. Dia adalah anak dari Jonas Otto Magnusson Sundback, seorang petani kaya dan sang ibu bernama Kristina Karolina Klasdotter. Setelah menghabiskan masa studinya di Swedia, Sundback pindah ke Jerman, dimana ia belajar di sekolah politeknik di Bingen am Rhein. Pada tahun 1903, Sundback mengambil ujian insinyur, dan pada tahun 1905, dia pindah ke Amerika Serikat.

Di Amerika, Gideon Sundback mulai bekerja di Westinghouse Electric dan Manufacturing Company di Pittsburgh, Pennsylvania. Setahun kemudian, ia dipekerjakan oleh Universal Fastener Company di Hoboken, New Jersey. Pada tahun 1909, Sundback menikahi Elvira Aronson, seoarang putri dari manajer pabrik kelahiran Swedia, selanjutnya Sundback dipromosikan ke posisi kepala desainer di Universal Fastener.

Meskipun bukan pencetus pertama dari ritsleting, Gideon Sundback telah membuat beberapa kemajuan dalam pengembangan ritsleting antara tahun 1906 dan 1914. Dia bertanggung jawab untuk meningkatkan “Judson C-curity Fastener“. Saat itu produk perusahaan masih berdasarkan kait dan kancing. Sundback mengembangkan versi perbaikan dari C-curity, yang disebut “Plako”.


Ia meningkatkan jumlah elemen pengancing dari empat per inci sampai sepuluh atau sebelas. Penemuan-nya memiliki dua baris gigi berhadapan yang ditarik ke dalam satu bagian dengan slider, dan meningkatkan pembuka untuk gigi yang dipandu oleh slider. Di tahun 1914 Sundback mengembangkan sebuah versi baru dengan kode nama “No Hookless 2“, yang merupakan logam ritsleting modern seperti yang kita kenal sekarang ini. Atas penemuannya ini, beliau dihadiahi paten Amerika Serikat no. 1219881 untuk “Fastener Separable”, yang dikeluarkan pada tahun 1917.

Ritsleting sendiri dipopulerkan pada tahun 1923 oleh BF Goodrich, setelah dipasang pada produk sepatu boot mereka. Dua puluh tahun kemudian, industri fashion mulai menerapkan penggunaan ritsleting, tepatnya di masa Perang Dunia II dimana para tentara mulai menggunakan celana panjang dan baju dengan ritsleting modern. Dan akhirnya adalah seperti sekarang ini, ritsleting ditemukan dengan mudah dimana-mana, mulai dari yang berkualitas rendah sampai dengan berkualitas tinggi. Di Indonesia salah satu contoh brand resleting yang terkenal bagus adalah YKK. Apakah anda menyadarinya bahwa ritsleting membutuhkan proses penemuan dan pengembangan yang begitu lama?
 
Top

Powered by themekiller.com