Terrafugia yang merupakan salah satu perusahaan otomotif asal Amerika Serikat diberitakan telah berhasil mengembangkan kendaraan darat pertama yang dapat terbang. Mobil tersebut diberi nama The Transition. Flying car tersebut telah memasuki tahap finishing dan diharapkan bisa menjadi penemuan terbaru yang bisa membantu untuk mengurangi kemacetan jalan raya.

Pada awalnya, kendaraan yang dirancang oleh alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) tersebut dirancang untuk memudahkan pilot untuk berpindah dari bandara satu ke bandara yang lainnya. Mobil yang dirancang untuk terbang itu mulai dikembangkan sejak tahun 2004 dan untuk desain memerlukan waktu selama 4 tahun, yaitu baru selesai pada tahun 2008. Baru satu tahun setelah itu, dilakukan uji coba pada ketiga rodanya.

Kendaraan tersebut telah masuk kedalam daftar street legal airplane dan telah melewati berbagai pengujian, serta telah berhasil terbang dengan sukses pada bulan Maret 2012 lalu. Bahkan pada bulan Juli 2011, FAA (Federal Aviaton Administration) Amerika Serikat menyatakan bahwa kendaraan itu aman dan diperbolehkan untuk beroperasi di jalan umum.



Sementara itu The Transition juga sudah memulai debut di ajang New York Motor Show 2012. Produsen kendaran tersebut menyatakan siap untuk memasarkan mobil terbang itu secara umum. Carl Dietrich, yang merupakan pendiri sekaligus sebagai CEO Terrafugia, menyatakan bahwa mereka berencana akan memasarkan mobil tersebut mulai dari Amerika Serikat, kemudian akan dilanjutkan ke pasar Eropa.

Mobil terbang itu mengadopsi desain dan teknologi pesawat ringan, yang terdiri dari dua kursi penumpang. The Transition memiliki sayap di kedua sisinya dan memiliki panjang 7,5 kaki sampai 19 kaki. Sayap The Transition didesain fleksibel, yaitu bisa dilipat menjadi dua bagian dengan patahan ke arah atas. Dengan model sayap seperti itu, mobil tersebut bisa dimasukkan ke dalam garasi mobil seperti mobil umumnya pada saat ini.

Dalam hal finishing, penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi di bagian sayap (airfoil) dan menambahkan satu baling-baling pendorong di bagian belakang mobil. Penyempurnaan tersebut membuat konsumsi bahan bakar mesin Rotax 912S yang digunakan oleh mobil itu menjadi lebih efisien. Perubahan bentuk dari mobil biasa menjadi pesawat terbang ringan, hanya membutuhkan waktu 30 detik saja. Sedangkan untuk tenaga pendorong berasal dari mesin bensin biasa yang bisa dilakukan pada SPBU biasa.

 


Akan tetapi untuk menunjang keselamatan dan keamanan, pengemudi mobil tersebut pada nantinya diwajibkan memiliki surat izin pilot yang bisa diperoleh setelah 20 jam menerbangkan pesawat tersebut. Terrafugia juga menyediakan pelatihan khusus bagi setiap konsumen untuk bisa menggunakan mobil terbang itu secara aman.

Antusiasme pasar terhadap The Transition flying car ternyata sangat besar. Meskipun belum secara resmi dan formal mobil tersebut dipasarkan, mobil tersebut saat ini sudah kebanjiran pesanan, yang menurut informasi sudah mencapai 100 unit. Rencananya mobil terbang itu akan dipasarkan pada tahun depan dengan harga USD 279.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar. Jika dihitung secara ekonomis, harga tersebut tentu saja akan lebih murah, dibandingkan dengan membeli mobil dan pesawat terbang ringan sekaligus. Bagi pihak yang berminat untuk memiliki mobil tersebut bisa memberikan deposit USD 10.000 untuk proses pengerjaannya kepada perusahaan Terrafugia.

SPESIFIKASI THE TRANSITION:

Kecepatan maksimal
Darat: 100 kts (115 mph, 185 km/h)
Udara: 93 kts (105 mph, 172km/h)

Kapasitas
460 lbs (210 kg)

Berat Maksimal
1430 lbs (650 kg)

Berat tanpa penumpang
970 lbs (440 kg)

Bahan bakar saat terbang
5 gph (18.9 L/h)

Kapasitas bahan bakar penuh:
23 gal (87 L)

Jarak tempuh bahan bakar penuh:
425 nmi (490 mi, 787 km)
Terrafugia yang merupakan salah satu perusahaan otomotif asal Amerika Serikat diberitakan telah berhasil mengembangkan kendaraan darat pertama yang dapat terbang. Mobil tersebut diberi nama The Transition. Flying car tersebut telah memasuki tahap finishing dan diharapkan bisa menjadi penemuan terbaru yang bisa membantu untuk mengurangi kemacetan jalan raya.

Pada awalnya, kendaraan yang dirancang oleh alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) tersebut dirancang untuk memudahkan pilot untuk berpindah dari bandara satu ke bandara yang lainnya. Mobil yang dirancang untuk terbang itu mulai dikembangkan sejak tahun 2004 dan untuk desain memerlukan waktu selama 4 tahun, yaitu baru selesai pada tahun 2008. Baru satu tahun setelah itu, dilakukan uji coba pada ketiga rodanya.

Kendaraan tersebut telah masuk kedalam daftar street legal airplane dan telah melewati berbagai pengujian, serta telah berhasil terbang dengan sukses pada bulan Maret 2012 lalu. Bahkan pada bulan Juli 2011, FAA (Federal Aviaton Administration) Amerika Serikat menyatakan bahwa kendaraan itu aman dan diperbolehkan untuk beroperasi di jalan umum.



Sementara itu The Transition juga sudah memulai debut di ajang New York Motor Show 2012. Produsen kendaran tersebut menyatakan siap untuk memasarkan mobil terbang itu secara umum. Carl Dietrich, yang merupakan pendiri sekaligus sebagai CEO Terrafugia, menyatakan bahwa mereka berencana akan memasarkan mobil tersebut mulai dari Amerika Serikat, kemudian akan dilanjutkan ke pasar Eropa.

Mobil terbang itu mengadopsi desain dan teknologi pesawat ringan, yang terdiri dari dua kursi penumpang. The Transition memiliki sayap di kedua sisinya dan memiliki panjang 7,5 kaki sampai 19 kaki. Sayap The Transition didesain fleksibel, yaitu bisa dilipat menjadi dua bagian dengan patahan ke arah atas. Dengan model sayap seperti itu, mobil tersebut bisa dimasukkan ke dalam garasi mobil seperti mobil umumnya pada saat ini.

Dalam hal finishing, penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi di bagian sayap (airfoil) dan menambahkan satu baling-baling pendorong di bagian belakang mobil. Penyempurnaan tersebut membuat konsumsi bahan bakar mesin Rotax 912S yang digunakan oleh mobil itu menjadi lebih efisien. Perubahan bentuk dari mobil biasa menjadi pesawat terbang ringan, hanya membutuhkan waktu 30 detik saja. Sedangkan untuk tenaga pendorong berasal dari mesin bensin biasa yang bisa dilakukan pada SPBU biasa.

 


Akan tetapi untuk menunjang keselamatan dan keamanan, pengemudi mobil tersebut pada nantinya diwajibkan memiliki surat izin pilot yang bisa diperoleh setelah 20 jam menerbangkan pesawat tersebut. Terrafugia juga menyediakan pelatihan khusus bagi setiap konsumen untuk bisa menggunakan mobil terbang itu secara aman.

Antusiasme pasar terhadap The Transition flying car ternyata sangat besar. Meskipun belum secara resmi dan formal mobil tersebut dipasarkan, mobil tersebut saat ini sudah kebanjiran pesanan, yang menurut informasi sudah mencapai 100 unit. Rencananya mobil terbang itu akan dipasarkan pada tahun depan dengan harga USD 279.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar. Jika dihitung secara ekonomis, harga tersebut tentu saja akan lebih murah, dibandingkan dengan membeli mobil dan pesawat terbang ringan sekaligus. Bagi pihak yang berminat untuk memiliki mobil tersebut bisa memberikan deposit USD 10.000 untuk proses pengerjaannya kepada perusahaan Terrafugia.

SPESIFIKASI THE TRANSITION:

Kecepatan maksimal
Darat: 100 kts (115 mph, 185 km/h)
Udara: 93 kts (105 mph, 172km/h)

Kapasitas
460 lbs (210 kg)

Berat Maksimal
1430 lbs (650 kg)

Berat tanpa penumpang
970 lbs (440 kg)

Bahan bakar saat terbang
5 gph (18.9 L/h)

Kapasitas bahan bakar penuh:
23 gal (87 L)

Jarak tempuh bahan bakar penuh:
425 nmi (490 mi, 787 km)
 
Top

Powered by themekiller.com