Pola makan pada saat bulan puasa perlu diatur sedemikan rupa agar maksud ibadah bisa tercapai. Akibat yang bisa ditimbulkan jika salah menu makanan saat berpuasa adalah bisa berakibat meningkatnya kadar testosteron dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, keinginan untuk melakukan aktivitas seksual seseorang pun juga akan meningkat.

Dampak buruknya adalah, hormon testosteron bisa menjadi latar belakang seorang baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual. Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Michigan menemukan fakta bahwa kadar testosteron yang terlalu tinggi pada wanita bisa berdampak pada keinginan wanita untuk bermasturbasi untuk memuaskan hasrat seksual mereka.

Nah, hal tersebut tentu saja akan menjadi masalah besar jika orang tersebut sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana diwajibkan dalam aturan agama, puasa selain menahan hawa makan, umat muslim di seluruh dunia juga dilarang melakukan aktivitas seksual ini pada pagi, siang atau sore setiap hari.

Sebenarnya kadar testosteron di dalam tubuh dapat juga dikendalikan dengan cara pemilihan pola makan yang sehat dan benar, pada saat kita berbuka dan sahur. Beberapa makanan diketahui mempunyai efek menekan produksi hormon testosteron di dalam tubuh. Contoh makanan-makanan tersebut adalah jenis sayur-sayuran yang rasanya pahit. Sayuran pahit ini contohnya adalah daun pepaya, pare atau brotowali. Menu makanan tersebut bisa dipilih sebagai hidangan pada saat sahur.

Selain jenis makanan yang dapat menekan produksi hormon testosteron, ada juga beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi hormon ini. Makanan dengan kolesterol tinggi seperti kikil, daging merah dan lemak bisa meningkatkan produksi testosteron dengan lebih cepat. Untuk mensiasatinya, maka makanan jenis ini lebih baik dikonsumsi pada saat berbuka, dengan harapan aktivitas seksual suami istri bisa halal karena dilakukan pada malam hari, seperti sebagaimana mestinya.

Pengaturan pola makan ini juga sangat penting untuk menjaga menjaga vitalitas, yang berfungsi untuk menjaga kehangatan hubungan intim. Sementara itu untuk junk food sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Karena junk food mempunyai kandungan kolesterol yang terlalu tinggi. Jumlah kolesterol yang terlalu tinggi tersebut akan memunculkan berbagai masalah kesehatan. Contohnya adalah diabetes, penyakit jantung dan juga obesitas. Tidak dibenarkan jika meningkatkan hormon testosteron dengan mengkonsumi junkfood. Langkah yang benar adalah dengan makanan alami, sehingga kehangatan berhubungan intim bisa terjaga, sekaligus juga dengan kesehatan tubuh kita.
Pola makan pada saat bulan puasa perlu diatur sedemikan rupa agar maksud ibadah bisa tercapai. Akibat yang bisa ditimbulkan jika salah menu makanan saat berpuasa adalah bisa berakibat meningkatnya kadar testosteron dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, keinginan untuk melakukan aktivitas seksual seseorang pun juga akan meningkat.

Dampak buruknya adalah, hormon testosteron bisa menjadi latar belakang seorang baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual. Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Michigan menemukan fakta bahwa kadar testosteron yang terlalu tinggi pada wanita bisa berdampak pada keinginan wanita untuk bermasturbasi untuk memuaskan hasrat seksual mereka.

Nah, hal tersebut tentu saja akan menjadi masalah besar jika orang tersebut sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana diwajibkan dalam aturan agama, puasa selain menahan hawa makan, umat muslim di seluruh dunia juga dilarang melakukan aktivitas seksual ini pada pagi, siang atau sore setiap hari.

Sebenarnya kadar testosteron di dalam tubuh dapat juga dikendalikan dengan cara pemilihan pola makan yang sehat dan benar, pada saat kita berbuka dan sahur. Beberapa makanan diketahui mempunyai efek menekan produksi hormon testosteron di dalam tubuh. Contoh makanan-makanan tersebut adalah jenis sayur-sayuran yang rasanya pahit. Sayuran pahit ini contohnya adalah daun pepaya, pare atau brotowali. Menu makanan tersebut bisa dipilih sebagai hidangan pada saat sahur.

Selain jenis makanan yang dapat menekan produksi hormon testosteron, ada juga beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi hormon ini. Makanan dengan kolesterol tinggi seperti kikil, daging merah dan lemak bisa meningkatkan produksi testosteron dengan lebih cepat. Untuk mensiasatinya, maka makanan jenis ini lebih baik dikonsumsi pada saat berbuka, dengan harapan aktivitas seksual suami istri bisa halal karena dilakukan pada malam hari, seperti sebagaimana mestinya.

Pengaturan pola makan ini juga sangat penting untuk menjaga menjaga vitalitas, yang berfungsi untuk menjaga kehangatan hubungan intim. Sementara itu untuk junk food sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Karena junk food mempunyai kandungan kolesterol yang terlalu tinggi. Jumlah kolesterol yang terlalu tinggi tersebut akan memunculkan berbagai masalah kesehatan. Contohnya adalah diabetes, penyakit jantung dan juga obesitas. Tidak dibenarkan jika meningkatkan hormon testosteron dengan mengkonsumi junkfood. Langkah yang benar adalah dengan makanan alami, sehingga kehangatan berhubungan intim bisa terjaga, sekaligus juga dengan kesehatan tubuh kita.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com