Pola makan berlebihan dan kualitas memori seseorang ternya memiliki hubungan erat. Kesimpulan tersebut didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Inggris. Seperti yang telah dilaporkan oleh Telegraph, menyatakan bahwa asupan kalori tinggi pada saat orang terlalu banyak makan, secara sering akan meningkatkan resiko penurunan kognitif ringan MCI.

Hal itu adalah sebuah sindrom yang ditandai oleh hilangnya memori dalam gejala ringan, yang dapat memunculkan resiko demensia. Demensia adalah penurunan fungsi memori yang disebabkan kelainan otak.

Kesimpulan dari penelitian itu adalah orang yang terlalu banyak makan akan meningkatkan serangan pikun di usia tua nantinya. Meskipun hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan yang menyebabkan seseorang terserang pikun. Pikun bisa juga disebabkan karena masalah otak yang lainnya. Akan tetapi orang yang terlalu banyak makan, akan meningkatkan resiko sebesar dua kali lipat, terutama pada saat memasuki usia tua.

Hasil temuan ini juga dirilis pada saat pertemuan American Academy of Neurology ke-64 tahunan di New Orleans pada bulan April tahun ini. Seorang penulis, Dr Marie Janson dari Alzheimer Research Inggris, mengatakan ini menjadi menarik saat mengetahui peningkatan demensia berhubungan dengan pola makan seseorang, yang terjadi di masa yang akan datang.

Temuan ini sendiri sudah dibuktikan secara medis setelah meneliti lebih dari 820.000 orang di negara Inggris yang hidup dengan demensia. Dan jika melihat tren gaya hidup saat ini, jumlah penyakit ini diperkirakan akan meningkat secara dramatis beberapa tahun kedepan. Sebelumnya penelitian lain juga telah mengungkapkan tentang risiko timbulnya dimensia sering bermula dari gaya hidup sehat, termasuk olahraga dan konsumsi makanan yang sehat.
Pola makan berlebihan dan kualitas memori seseorang ternya memiliki hubungan erat. Kesimpulan tersebut didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Inggris. Seperti yang telah dilaporkan oleh Telegraph, menyatakan bahwa asupan kalori tinggi pada saat orang terlalu banyak makan, secara sering akan meningkatkan resiko penurunan kognitif ringan MCI.

Hal itu adalah sebuah sindrom yang ditandai oleh hilangnya memori dalam gejala ringan, yang dapat memunculkan resiko demensia. Demensia adalah penurunan fungsi memori yang disebabkan kelainan otak.

Kesimpulan dari penelitian itu adalah orang yang terlalu banyak makan akan meningkatkan serangan pikun di usia tua nantinya. Meskipun hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan yang menyebabkan seseorang terserang pikun. Pikun bisa juga disebabkan karena masalah otak yang lainnya. Akan tetapi orang yang terlalu banyak makan, akan meningkatkan resiko sebesar dua kali lipat, terutama pada saat memasuki usia tua.

Hasil temuan ini juga dirilis pada saat pertemuan American Academy of Neurology ke-64 tahunan di New Orleans pada bulan April tahun ini. Seorang penulis, Dr Marie Janson dari Alzheimer Research Inggris, mengatakan ini menjadi menarik saat mengetahui peningkatan demensia berhubungan dengan pola makan seseorang, yang terjadi di masa yang akan datang.

Temuan ini sendiri sudah dibuktikan secara medis setelah meneliti lebih dari 820.000 orang di negara Inggris yang hidup dengan demensia. Dan jika melihat tren gaya hidup saat ini, jumlah penyakit ini diperkirakan akan meningkat secara dramatis beberapa tahun kedepan. Sebelumnya penelitian lain juga telah mengungkapkan tentang risiko timbulnya dimensia sering bermula dari gaya hidup sehat, termasuk olahraga dan konsumsi makanan yang sehat.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com