Antusiasme peserta IIMS Drift War II di JiEXPO Kemayoran, melebihi ekspetasi penyelenggara. Dua pekan sebelum lomba, panitia sudah kebanjiran peminat sehingga harus dibatasi di angka 40 peserta saja.

Komunitas drifting Indonesia memang sudah lama merindukan sebuah event dan iklim kompetisi dengan regulasi baku dan standar nasional. Itu tercermin dari antusiasme peserta IIMS Drift War II di JiEXPO Kemayoran, 28-30 September nanti yang melebihi ekspetasi penyelenggara.

Sebelumnya diprediksi sekitar 30-an drifter yang akan berpartisipasi, namun sebelum lomba, panitia sudah kebanjiran peminat sehingga harus dibatasi di angka 40 saja Beda dengan IIMS Drift War edisi perdana tahun lalu yang juga berbarengan dengan IIMS.

Event kali ini menggunakan regulasi nasional yang telah ditetapkan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia) . Ini sekaligus cikal bakal Kejuaraan Nasional pada 2013 sebagaimana diharapkan para drifter selama ini.

“Penetapan jadi serial kejurnas itu melipatgandakan gairah komunitas drifting karena sudah resmi diwadahi IMI dan diakomodasi dalam bentuk kejuaraan nasional," ungkap Andry A. Adrian selaku ketua panitia penyelenggara dalam rilisnya. 

"IIMS Drift War II juga satu-satunya event berskala besar tahun ini dan punya imej tersendiri dan hal ini saya kira turut mendongkrak animo peserta tahun ini.  Sayangnya, demi kelancaran dan kenyamanan acara,  kami harus membatasi peserta,” papar Andry.

Selain drifter Pro yang sudah malang melintang di kancah drifting Indonesia maupun Asia seperti Rio Saputro, Demas Agil, M. Hermawan, dan Adwitya Amandio,  IIMS Drift War II juga mampu menggoda mereka yang sudah nyaris vakum, salah satunya adalah drifter wanita Alinka Hardianti.

Tadinya Alinka tak berniat ikut drifting tahun ini karena alasan pribadi. “Serba dadakan. Saya dengar soal IIMS Drift War II pada awal September dan langsung bergerak. Sayang kalau melewatkan kesempatan itu,” katanya.

Tentu bukan Alinka dan teman-temannya saja yang sudah ‘panas’. Para drifter Pro yang tergabung dalam tim-tim elit seperti GT Radial Drift Team, misalnya, sejak jauh hari sudah mempersiapkan ‘pasukan khusus’ ke  IIMS Drift War II dengan 12 drifter.

Mereka adalah Rio Saputro, Demas Agil, Mico Mahaputta, Dean Zen, Ben Satrio, Valentino Ratulangi, Herdiko Setya Putra, Danny Ferdito, Willy Rachman, Soni Riharto, Regi FA dan Rio Teguh. Dengan target podium, mereka akan dibekali ban GT Radial Champiro SX2.

“Setingan mobil pun sudah kami upgrade semaksimal mungkin dan telah dicoba dalam beberapa kali latihan. Tim kami ingin menghadirkan aksi-aksi drifting yang spektakular di IIMS Drift War II sekaligus menunjukkan keandalan ban GT Radial,” terang Leonard Gozali, Brand Manager PT Gajah Tunggal Tbk. yang juga mengomandani GT Radial Drift Team.

Hebatnya, meski GT Radial menjadi sponsor acara ini, penyelenggara justru memberlakukan open tyre alias peserta boleh menggunakan merek ban apa saja. Ketentuan yang sangat menantang itu langsung disambut tim elit lainnya yang juga dihuni para drifter mumpuni, yakni Achilles Drift Team yang pacuan-pacuannya disiapkan khusus oleh Bening Motor.

Muhammad Rulli Armando sebagai drifter andalan Achillles Drift Team sudah mengirimkan sinyal perlawanan meski persiapannya sedikit berantakan. Pengiriman mobilnya sempat tertahan pabean Tanjung Priok sehingga persiapan yang seharusnya sebulan jadi terpangkas dua minggu.

“Para mekanik Bening Motor sudah terbukti andal mempersiapkan mobil meski waktunya kepepet. Karena itu kami menjulukinya Sangkuriang. Intinya, saya sangat yakin dengan kemampuan mobil. Saya juga mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar bisa berbuat terbaik di IIMS Drift War II kali ini,” seru Dido.

Rivalitas kedua tim itu akan memunculkan aroma tersendiri dalam IIMS Drift War II. mereka inilah yang bakal mengusik pengunjung dengan raungan knalpot yang memekakkan telinga, decitan ban yang berinteraksi tajam dengan lintasan, plus kepulan asap yang menjadi ciri khas drifting.

“Buat para Rookie tetap terbuka kesempatan menampilkan aksi terbaik karena tim kami mendesain lintasannya sedemikian rupa. Ada sudut-sudut tertentu yang menguntungan mereka dan sebaliknya menjadi tantangan serius untuk para drifter Pro,” tukas Andry.
Antusiasme peserta IIMS Drift War II di JiEXPO Kemayoran, melebihi ekspetasi penyelenggara. Dua pekan sebelum lomba, panitia sudah kebanjiran peminat sehingga harus dibatasi di angka 40 peserta saja.

Komunitas drifting Indonesia memang sudah lama merindukan sebuah event dan iklim kompetisi dengan regulasi baku dan standar nasional. Itu tercermin dari antusiasme peserta IIMS Drift War II di JiEXPO Kemayoran, 28-30 September nanti yang melebihi ekspetasi penyelenggara.

Sebelumnya diprediksi sekitar 30-an drifter yang akan berpartisipasi, namun sebelum lomba, panitia sudah kebanjiran peminat sehingga harus dibatasi di angka 40 saja Beda dengan IIMS Drift War edisi perdana tahun lalu yang juga berbarengan dengan IIMS.

Event kali ini menggunakan regulasi nasional yang telah ditetapkan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia) . Ini sekaligus cikal bakal Kejuaraan Nasional pada 2013 sebagaimana diharapkan para drifter selama ini.

“Penetapan jadi serial kejurnas itu melipatgandakan gairah komunitas drifting karena sudah resmi diwadahi IMI dan diakomodasi dalam bentuk kejuaraan nasional," ungkap Andry A. Adrian selaku ketua panitia penyelenggara dalam rilisnya. 

"IIMS Drift War II juga satu-satunya event berskala besar tahun ini dan punya imej tersendiri dan hal ini saya kira turut mendongkrak animo peserta tahun ini.  Sayangnya, demi kelancaran dan kenyamanan acara,  kami harus membatasi peserta,” papar Andry.

Selain drifter Pro yang sudah malang melintang di kancah drifting Indonesia maupun Asia seperti Rio Saputro, Demas Agil, M. Hermawan, dan Adwitya Amandio,  IIMS Drift War II juga mampu menggoda mereka yang sudah nyaris vakum, salah satunya adalah drifter wanita Alinka Hardianti.

Tadinya Alinka tak berniat ikut drifting tahun ini karena alasan pribadi. “Serba dadakan. Saya dengar soal IIMS Drift War II pada awal September dan langsung bergerak. Sayang kalau melewatkan kesempatan itu,” katanya.

Tentu bukan Alinka dan teman-temannya saja yang sudah ‘panas’. Para drifter Pro yang tergabung dalam tim-tim elit seperti GT Radial Drift Team, misalnya, sejak jauh hari sudah mempersiapkan ‘pasukan khusus’ ke  IIMS Drift War II dengan 12 drifter.

Mereka adalah Rio Saputro, Demas Agil, Mico Mahaputta, Dean Zen, Ben Satrio, Valentino Ratulangi, Herdiko Setya Putra, Danny Ferdito, Willy Rachman, Soni Riharto, Regi FA dan Rio Teguh. Dengan target podium, mereka akan dibekali ban GT Radial Champiro SX2.

“Setingan mobil pun sudah kami upgrade semaksimal mungkin dan telah dicoba dalam beberapa kali latihan. Tim kami ingin menghadirkan aksi-aksi drifting yang spektakular di IIMS Drift War II sekaligus menunjukkan keandalan ban GT Radial,” terang Leonard Gozali, Brand Manager PT Gajah Tunggal Tbk. yang juga mengomandani GT Radial Drift Team.

Hebatnya, meski GT Radial menjadi sponsor acara ini, penyelenggara justru memberlakukan open tyre alias peserta boleh menggunakan merek ban apa saja. Ketentuan yang sangat menantang itu langsung disambut tim elit lainnya yang juga dihuni para drifter mumpuni, yakni Achilles Drift Team yang pacuan-pacuannya disiapkan khusus oleh Bening Motor.

Muhammad Rulli Armando sebagai drifter andalan Achillles Drift Team sudah mengirimkan sinyal perlawanan meski persiapannya sedikit berantakan. Pengiriman mobilnya sempat tertahan pabean Tanjung Priok sehingga persiapan yang seharusnya sebulan jadi terpangkas dua minggu.

“Para mekanik Bening Motor sudah terbukti andal mempersiapkan mobil meski waktunya kepepet. Karena itu kami menjulukinya Sangkuriang. Intinya, saya sangat yakin dengan kemampuan mobil. Saya juga mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar bisa berbuat terbaik di IIMS Drift War II kali ini,” seru Dido.

Rivalitas kedua tim itu akan memunculkan aroma tersendiri dalam IIMS Drift War II. mereka inilah yang bakal mengusik pengunjung dengan raungan knalpot yang memekakkan telinga, decitan ban yang berinteraksi tajam dengan lintasan, plus kepulan asap yang menjadi ciri khas drifting.

“Buat para Rookie tetap terbuka kesempatan menampilkan aksi terbaik karena tim kami mendesain lintasannya sedemikian rupa. Ada sudut-sudut tertentu yang menguntungan mereka dan sebaliknya menjadi tantangan serius untuk para drifter Pro,” tukas Andry.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com