Sebuah grup industri keuangan AS pada Rabu, memperingatkan bank-bank dan lembaga lainnya untuk berhati-hati atas "serangan cyber", setelah beberapa perusahaan melaporkan masalah sporadis dengan situs internet mereka. Pusat Informasi dan Analisis Jasa Keuangan (Financial Services Information Sharing and Analysis Center/FS-ISAC) mengatakan, pihaknya menaikkan tingkat ancaman cybernya dari "elevated" menjadi "high".

Kelompok, yang memonitor ancaman cyber untuk sektor ini, mengutip "intelijen kredibel baru-baru ini mengenai potensi untuk serangan DDoS dan serangan cyber lainnya terhadap lembaga keuangan". DDoS adalah singkatan dari "distributed denial of service," adalah sebuah serangan yang luas pada sejumlah jaringan komputer secara bersamaan mencoba menghubungi jaringan target, membanjiri server mereka sehingga tidak bisa diakses para pengguna.

Ia juga mengatakan kerentanan yang dilaporkan dalam browser Internet Explorer Microsoft adalah salah satu faktor. "Anggota harus memelihara kepedulian tingkat tinggi, menerapkan semua pembaruan yang sesuai ... dan memastikan ketekunan konstan dalam pemantauan dan respon cepat atas satu kejadian berbahaya," kata kelompok itu dalam situsnya.

Pada Selasa, Site Intelligence Group mengatakan sekelompok hacker (peretas) yang menyebut diri mereka "Cyber fighters of Izz ad-din Al Qassam" mengumumkan serangan terhadap situs internet Bank of America dan New York Stock Exchange. Kelompok itu mengaku mereka sebagai pembalasan atas peluncuran film kontroversial "Innocence of Muslims," yang telah menyebabkan protes besar-besaran di seluruh dunia Muslim.

NYSE menolak berkomentar, namun sebuah sumber yang dekat dengan bursa mengatakan situs itu tidak terpengaruh. Juru bicara Bank of America, Mark Pipitone mengatakan, situs internet raksasa keuangan itu "tersedia sepanjang hari, meskipun beberapa pelanggan (nasabah) mungkin sesekali telah mengalami kelambatan."

Ditanya tentang laporan serangan cyber, juru bicara itu mengatakan: "Saya dapat meyakinkan Anda, kami terus mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengamankan sistem kami." Unit konsumen perbankan, JPMorgan Chase juga melaporkan terjadinya beberapa kelambatan. "Beberapa pelanggan mengalami kesulitan mengakses Chase.com. Kami sedang bekerja dan meminta maaf atas kesulitan tersebut," kata seorang juru bicara.
Sebuah grup industri keuangan AS pada Rabu, memperingatkan bank-bank dan lembaga lainnya untuk berhati-hati atas "serangan cyber", setelah beberapa perusahaan melaporkan masalah sporadis dengan situs internet mereka. Pusat Informasi dan Analisis Jasa Keuangan (Financial Services Information Sharing and Analysis Center/FS-ISAC) mengatakan, pihaknya menaikkan tingkat ancaman cybernya dari "elevated" menjadi "high".

Kelompok, yang memonitor ancaman cyber untuk sektor ini, mengutip "intelijen kredibel baru-baru ini mengenai potensi untuk serangan DDoS dan serangan cyber lainnya terhadap lembaga keuangan". DDoS adalah singkatan dari "distributed denial of service," adalah sebuah serangan yang luas pada sejumlah jaringan komputer secara bersamaan mencoba menghubungi jaringan target, membanjiri server mereka sehingga tidak bisa diakses para pengguna.

Ia juga mengatakan kerentanan yang dilaporkan dalam browser Internet Explorer Microsoft adalah salah satu faktor. "Anggota harus memelihara kepedulian tingkat tinggi, menerapkan semua pembaruan yang sesuai ... dan memastikan ketekunan konstan dalam pemantauan dan respon cepat atas satu kejadian berbahaya," kata kelompok itu dalam situsnya.

Pada Selasa, Site Intelligence Group mengatakan sekelompok hacker (peretas) yang menyebut diri mereka "Cyber fighters of Izz ad-din Al Qassam" mengumumkan serangan terhadap situs internet Bank of America dan New York Stock Exchange. Kelompok itu mengaku mereka sebagai pembalasan atas peluncuran film kontroversial "Innocence of Muslims," yang telah menyebabkan protes besar-besaran di seluruh dunia Muslim.

NYSE menolak berkomentar, namun sebuah sumber yang dekat dengan bursa mengatakan situs itu tidak terpengaruh. Juru bicara Bank of America, Mark Pipitone mengatakan, situs internet raksasa keuangan itu "tersedia sepanjang hari, meskipun beberapa pelanggan (nasabah) mungkin sesekali telah mengalami kelambatan."

Ditanya tentang laporan serangan cyber, juru bicara itu mengatakan: "Saya dapat meyakinkan Anda, kami terus mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengamankan sistem kami." Unit konsumen perbankan, JPMorgan Chase juga melaporkan terjadinya beberapa kelambatan. "Beberapa pelanggan mengalami kesulitan mengakses Chase.com. Kami sedang bekerja dan meminta maaf atas kesulitan tersebut," kata seorang juru bicara.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com