Kendaraan operasional perusahaan pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi. Kebijakan tersebut dimulai pada tanggal 1 September mendatang. Pembatasan ini dilakukan pemerintah untuk menjaga besaran kuota BBM subsidi yang sebesar 40 juta kiloliter tahun ini, tidak terlampaui terlalu jauh.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan dengan menekan anggaran subsidi, maka postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dapat lebih efektif. "Saya meluncurkan lagi sosialisasi penghematan BBM bersubsidi khusus untuk perusahaan perkebunan dan pertambangan," katanya, Kamis (30/8).

Jero Wacik mensosialisasikan pelarangan penggunaan BBM subsidi dengan membagikan stiker kepada perwakilan perusahaan pertambangan dan perkebunan. Stiker berwarna jingga bertuliskan "Mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi". Dengan demikian, mobil berstiker itu harus menggunakan solar yang nonsubsidi.

Untuk perusahaan yang membandel, Wacik mengancam akan memberikan sanksi di antaranya pencabutan izin. Sebagian perusahaan tambang dan perkebunan yang hadir mengaku mereka sebenarnya lebih dulu menggunakan BBM nonsubsidi dalam operasi perusahaan mereka sehingga program ini tak mengubah pola konsumsi BBM mereka.

Padahal pemerintah menyatakan kebijakan ini akan mengurangi konsumsi BBM subsidi hingga tiga juta kiloliter tiap tahunnya. Lalu apakah program ini akan sesuai dengan harapan atau hanya sekadar macan kertas yang pada ujungnya tak berdampak.
Kendaraan operasional perusahaan pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi. Kebijakan tersebut dimulai pada tanggal 1 September mendatang. Pembatasan ini dilakukan pemerintah untuk menjaga besaran kuota BBM subsidi yang sebesar 40 juta kiloliter tahun ini, tidak terlampaui terlalu jauh.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan dengan menekan anggaran subsidi, maka postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dapat lebih efektif. "Saya meluncurkan lagi sosialisasi penghematan BBM bersubsidi khusus untuk perusahaan perkebunan dan pertambangan," katanya, Kamis (30/8).

Jero Wacik mensosialisasikan pelarangan penggunaan BBM subsidi dengan membagikan stiker kepada perwakilan perusahaan pertambangan dan perkebunan. Stiker berwarna jingga bertuliskan "Mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi". Dengan demikian, mobil berstiker itu harus menggunakan solar yang nonsubsidi.

Untuk perusahaan yang membandel, Wacik mengancam akan memberikan sanksi di antaranya pencabutan izin. Sebagian perusahaan tambang dan perkebunan yang hadir mengaku mereka sebenarnya lebih dulu menggunakan BBM nonsubsidi dalam operasi perusahaan mereka sehingga program ini tak mengubah pola konsumsi BBM mereka.

Padahal pemerintah menyatakan kebijakan ini akan mengurangi konsumsi BBM subsidi hingga tiga juta kiloliter tiap tahunnya. Lalu apakah program ini akan sesuai dengan harapan atau hanya sekadar macan kertas yang pada ujungnya tak berdampak.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com