Para korban skema Ponzi yang dilakukan Bernard Madoff akan segera menerima cek sebesar 2,48 miliar dolar Amerika (sekitar Rp23,7 triliun) untuk membantu menutupi kerugian mereka. Cek tersebut berkisar dari 1.784 hingga 526,9 juta dolar Amerika (sekitar Rp17 juta - Rp5,03 triliun) yang dikirimkan lewat surat pada Rabu kepada 1.230 nasabah dari Bernard L. Madoff Investment Securities, ujar Irving Picard, yang bertugas melikuidasi perusahaan Wall Street tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembayaran itu lebih dari tiga kali lipat jumlah yang dikembalikan sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 3,63 miliar dolar Amerika (sekitar Rp34,7 triliun). Setelah pencairan tersebut, 1.074 pelanggan dengan klaim yang sah akan dibayar penuh.

"Sementara kemajuan ini sangat memuaskan, kami tidak akan menghentikan usaha untuk terus memulihkan aset dana nasabah, dan kami akan membuat distribusi tambahan sesegera mungkin," kata Picard dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Madoff (74), seorang maestro karismatik yang pernah memimpin bursa saham Nasdaq, sedang menjalani hukuman 150 tahun penjara di sebuah penjara North Carolina. Ia mencuri sekitar 65 miliar dolar Amerika (sekitar Rp621,4 triliun) dari ribuan nasabah selama beberapa dekade, membangun reputasi sebagai sebuah manajer investasi dengan memberikan "keuntungan" palsu kepada para investor yang didapat dengan mengambil uang tunai baru dari nasabah lainnya.
Para korban skema Ponzi yang dilakukan Bernard Madoff akan segera menerima cek sebesar 2,48 miliar dolar Amerika (sekitar Rp23,7 triliun) untuk membantu menutupi kerugian mereka. Cek tersebut berkisar dari 1.784 hingga 526,9 juta dolar Amerika (sekitar Rp17 juta - Rp5,03 triliun) yang dikirimkan lewat surat pada Rabu kepada 1.230 nasabah dari Bernard L. Madoff Investment Securities, ujar Irving Picard, yang bertugas melikuidasi perusahaan Wall Street tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembayaran itu lebih dari tiga kali lipat jumlah yang dikembalikan sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 3,63 miliar dolar Amerika (sekitar Rp34,7 triliun). Setelah pencairan tersebut, 1.074 pelanggan dengan klaim yang sah akan dibayar penuh.

"Sementara kemajuan ini sangat memuaskan, kami tidak akan menghentikan usaha untuk terus memulihkan aset dana nasabah, dan kami akan membuat distribusi tambahan sesegera mungkin," kata Picard dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Madoff (74), seorang maestro karismatik yang pernah memimpin bursa saham Nasdaq, sedang menjalani hukuman 150 tahun penjara di sebuah penjara North Carolina. Ia mencuri sekitar 65 miliar dolar Amerika (sekitar Rp621,4 triliun) dari ribuan nasabah selama beberapa dekade, membangun reputasi sebagai sebuah manajer investasi dengan memberikan "keuntungan" palsu kepada para investor yang didapat dengan mengambil uang tunai baru dari nasabah lainnya.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com