Gelandang Chelsea asal Nigeria, John Obi Mikel, terpaksa menutup akun twitternya. Hal itu dilakukannya setelah mendapat rentetan pelecehan rasial akibat kesalahan yang dilakukannya saat melawan Juventus.

Mikel menghapus profilnya dari situs mikro-blogging itu kurang dari 24 jam setelah blundernya berkontribusi pada gol penyama kedudukan Juventus, ketika Chelsea terpaksa ditahan imbang 2-2 pada laga pertama Liga Champions, di Stamford Bridge pada Rabu (21/9).

Chelsea awalnya menegaskan bahwa itu kebetulan semata, saat Mikel memutuskan untuk menghapus akun 'Mikel12Official' yang baru ia buat pada awal tahun ini. Namun belakangan  Chelsea mengakui bahwa mereka mendapat informasi dari polisi terjadi pelecehan rasial pada Mikel.

"Kami telah menyadari bahwa terdapat tweet-tweet rasis yang ditujukan pada Mikel, yang benar-benar tidak dapat diterima, menjijikkan, dan mengerikan .Kami mendapat informasi dari polisi, dan memberi tindakan mendukung sekuat mungkin." demikian bunyi pernyataan Chelsea.

Mikel tidak berhati-hati saat mengoper bola saat pertandingan tinggal menyisakan waktu sepuluh menit, dan Juventus mendapat keuntungan ketika Claudio Marchisio meneruskan bola itu pada Fabio Quagliarella untuk menjadi gol penyama kedudukan.

Usai pertandingan, pemain 25 tahun itu segera meminta maaf. "Jika saya ingin memberi alasan, saya dapat melakukannya. Namun bagi saya, saya memberikan bola itu. Saya mengangkat tangan, kami bergerak maju. Saya minta maaf untuk kesalahan itu, namun tidak ada alasan."
Gelandang Chelsea asal Nigeria, John Obi Mikel, terpaksa menutup akun twitternya. Hal itu dilakukannya setelah mendapat rentetan pelecehan rasial akibat kesalahan yang dilakukannya saat melawan Juventus.

Mikel menghapus profilnya dari situs mikro-blogging itu kurang dari 24 jam setelah blundernya berkontribusi pada gol penyama kedudukan Juventus, ketika Chelsea terpaksa ditahan imbang 2-2 pada laga pertama Liga Champions, di Stamford Bridge pada Rabu (21/9).

Chelsea awalnya menegaskan bahwa itu kebetulan semata, saat Mikel memutuskan untuk menghapus akun 'Mikel12Official' yang baru ia buat pada awal tahun ini. Namun belakangan  Chelsea mengakui bahwa mereka mendapat informasi dari polisi terjadi pelecehan rasial pada Mikel.

"Kami telah menyadari bahwa terdapat tweet-tweet rasis yang ditujukan pada Mikel, yang benar-benar tidak dapat diterima, menjijikkan, dan mengerikan .Kami mendapat informasi dari polisi, dan memberi tindakan mendukung sekuat mungkin." demikian bunyi pernyataan Chelsea.

Mikel tidak berhati-hati saat mengoper bola saat pertandingan tinggal menyisakan waktu sepuluh menit, dan Juventus mendapat keuntungan ketika Claudio Marchisio meneruskan bola itu pada Fabio Quagliarella untuk menjadi gol penyama kedudukan.

Usai pertandingan, pemain 25 tahun itu segera meminta maaf. "Jika saya ingin memberi alasan, saya dapat melakukannya. Namun bagi saya, saya memberikan bola itu. Saya mengangkat tangan, kami bergerak maju. Saya minta maaf untuk kesalahan itu, namun tidak ada alasan."

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com