Sebanyak 8 unit gerbong Kereta Api Eksekutif milik PT Industri Kereta Api (INKA) yang sejatinya akan diekspor ke Malaysia memenuhi permintaan Kereta Tanah Malaysia Berhad (KTMB) melalui ekspedisi Kapal Laut (EMKL), PT Internusa Hasta Buana gagal berangkat.

Kedelapan unit KA yang dibungkus terpal berwarna biru itu akhirnya dikembalikan ke lapangan penumpukan barang terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak usai sebelumnya sudah ditata di atas truk Fuso yang berjajar antre di Dermaga Jamrud Utara untuk dinaikkan ke Kapal Niaga Hartwig Scan.

Kepala Cabang Surabaya EMKL PT Internusa Hasta Buana, Al Muharram, di Terminal Penumpukan Jamrud Utara, Kamis (19/09) mengatakan, belum selesainya beberapa syarat administrasi membuat pihaknya tidak mau ambil resiko dengan mengirimnya.

"Mungkin ada kendala administrasi yang belum diselesaikan antara pihak PT INKA dan KTMB. Sehingga kami membatalkan pemberangkatannya," terangnya. Menurut Muharram, pihaknya hanya bertugas mengangkut gerbong-gerbong KA produksi PT INKA itu dari Madiun hingga ke atas kapal di Dermaga Jamrud Utara saja. Sementara penyediaan kapalnya diurus sendiri oleh KTMB.

Dengan demikian, Kapal Niaga Hartwig Scan pun meninggalkan Indonesia berangkat ke Malaysia tanpa mengangkut 8 unit KA PT INKA pesanan KTMB. "Seharusnya 8 unit gerbong KA produksi PT INKA itu diberangkatkan kemarin (Rabu,red). Apalagi kami sudah sejak pagi di sini. Kami juga belum tahu nanti akan dinaikkan ke kapal apa," katanya. Dengan penundaan tersebut, lanjut Muharram, tentunya biaya logistik semakin membengkak. Apalagi penumpukan tersebut kena biaya sewa per hari.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas PT INKA Madiun, Fathor Rasyid, mengakui, 8 unit gerbong jenis KA Eksekutif miliknya itu kemarin batal diberangkatkan ke Malaysia karena terkendala masalah administrasi. Fathor mengaku belum bisa memastikan kapan urusan administrasinya itu bisa diselesaikan.
Sebanyak 8 unit gerbong Kereta Api Eksekutif milik PT Industri Kereta Api (INKA) yang sejatinya akan diekspor ke Malaysia memenuhi permintaan Kereta Tanah Malaysia Berhad (KTMB) melalui ekspedisi Kapal Laut (EMKL), PT Internusa Hasta Buana gagal berangkat.

Kedelapan unit KA yang dibungkus terpal berwarna biru itu akhirnya dikembalikan ke lapangan penumpukan barang terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak usai sebelumnya sudah ditata di atas truk Fuso yang berjajar antre di Dermaga Jamrud Utara untuk dinaikkan ke Kapal Niaga Hartwig Scan.

Kepala Cabang Surabaya EMKL PT Internusa Hasta Buana, Al Muharram, di Terminal Penumpukan Jamrud Utara, Kamis (19/09) mengatakan, belum selesainya beberapa syarat administrasi membuat pihaknya tidak mau ambil resiko dengan mengirimnya.

"Mungkin ada kendala administrasi yang belum diselesaikan antara pihak PT INKA dan KTMB. Sehingga kami membatalkan pemberangkatannya," terangnya. Menurut Muharram, pihaknya hanya bertugas mengangkut gerbong-gerbong KA produksi PT INKA itu dari Madiun hingga ke atas kapal di Dermaga Jamrud Utara saja. Sementara penyediaan kapalnya diurus sendiri oleh KTMB.

Dengan demikian, Kapal Niaga Hartwig Scan pun meninggalkan Indonesia berangkat ke Malaysia tanpa mengangkut 8 unit KA PT INKA pesanan KTMB. "Seharusnya 8 unit gerbong KA produksi PT INKA itu diberangkatkan kemarin (Rabu,red). Apalagi kami sudah sejak pagi di sini. Kami juga belum tahu nanti akan dinaikkan ke kapal apa," katanya. Dengan penundaan tersebut, lanjut Muharram, tentunya biaya logistik semakin membengkak. Apalagi penumpukan tersebut kena biaya sewa per hari.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas PT INKA Madiun, Fathor Rasyid, mengakui, 8 unit gerbong jenis KA Eksekutif miliknya itu kemarin batal diberangkatkan ke Malaysia karena terkendala masalah administrasi. Fathor mengaku belum bisa memastikan kapan urusan administrasinya itu bisa diselesaikan.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com