Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, meresmikan pabriknya untuk pesawat jet A350 pada Selasa, 23 Oktober 2012, seperti dikutip laman Reuters pada hari yang sama. Hal tersebut menjadi fase baru persaingan untuk efisiensi bahan bakar dan keuntungan dengan pesaing asal Amerika Serikat, Boeing.

Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault memberi nama pabrik di Prancis bagian barat daya tersebut dengan nama pendiri Airbus, Roger Beteille. Roger disebut sebagai pionir pesawat jet penumpang bermesin ganda untuk penerbangan jarak jauh.

A350 diciptakan untuk bersaing dengan Boeing 787 Dreamliner. A350 diharapkan menjadi jet generasi baru yang dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dengan menggunakan materi karbon komposit ringan, bukan dengan aluminium yang lebih berat.

Airbus dan Boeing menargetkan permintaan lebih dari 6.000 unit jet berukuran sedang dalam 20 tahun mendatang. Mereka juga berencana membuka rute baru melewati bandara-bandara yang padat.

Ada pasar bernilai ratusan miliar dolar yang siap menggeser, baik Airbus A380 maupun Boeing 747. Airbus dan Boeing memang menghadapi tantangan luar biasa dalam memproduksi jet yang lebih kuat dan lebih ringan daripada metal, tetapi dengan biaya produksi yang lebih rendah.




A350 dan Boeing 787 tidak diharapkan untuk menghasilkan keuntungan dalam beberapa tahun mendatang. Airbus menyatakan A350 akan mulai terbang pada musim panas 2013 dan membuka layanannya pada paruh kedua 2014, setahun lebih lama dari yang dijadwalkan. Ada tiga model pesawat yang ditawarkan, dengan kapasitas 270-350 orang.

Pesaing A350, yaitu Boeing 787, mulai beroperasi di Jepang setahun lalu. Sebelumnya, sempat terjadi penundaan pengiriman pesawat karena sistem produksi dan rantai pasokan global.

Sebelum peresmian pada Selasa, pabrik Airbus seluas 74 ribu meter persegi di Toulouse itu sudah membuat pesawat A350 pertama. Namun, pesawat tersebut tidak untuk diterbangkan, melainkan untuk percobaan.

Kegiatan produksi secara penuh akan dilakukan tahun depan. Pabrik tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sepuluh pesawat tiap bulan pada akhir 2018. Peresmian pabrik ini menjadikan kompetisi penjualan jet makin ketat di Asia dan pasar lainnya yang berkembang pesat.

Model terbesar, yaitu A350-1.000, akan berkompetisi melawan Boeing 777 mini-jumbo, yang disebut-sebut memiliki mesin jet terbesar dan mendominasi pasar yang menguntungkan, dengan kapasitas di bawah 400 kursi.

Peningkatan produksi Boeing 777 telah mencetak rekor penjualan. Para pengamat menyatakan, dengan kondisi tersebut, Boeing siap meluncurkan Dreamliner 787-10. Boeing rencananya mempublikasikan pemasukan triwulan ketiga pada Rabu ini.

Airbus saat ini terlibat dalam perselisihan dengan Amerika Serikat dan Jerman, tentang pembiayaan A350 yang diperkirakan mencapai US$ 15 miliar. Amerika Serikat menyalahkan Eropa yang menolak Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan memberi subsidi melalui pinjaman. Sedangkan Jerman menahan bagian sahamnya dari pinjaman tersebut.
Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, meresmikan pabriknya untuk pesawat jet A350 pada Selasa, 23 Oktober 2012, seperti dikutip laman Reuters pada hari yang sama. Hal tersebut menjadi fase baru persaingan untuk efisiensi bahan bakar dan keuntungan dengan pesaing asal Amerika Serikat, Boeing.

Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault memberi nama pabrik di Prancis bagian barat daya tersebut dengan nama pendiri Airbus, Roger Beteille. Roger disebut sebagai pionir pesawat jet penumpang bermesin ganda untuk penerbangan jarak jauh.

A350 diciptakan untuk bersaing dengan Boeing 787 Dreamliner. A350 diharapkan menjadi jet generasi baru yang dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dengan menggunakan materi karbon komposit ringan, bukan dengan aluminium yang lebih berat.

Airbus dan Boeing menargetkan permintaan lebih dari 6.000 unit jet berukuran sedang dalam 20 tahun mendatang. Mereka juga berencana membuka rute baru melewati bandara-bandara yang padat.

Ada pasar bernilai ratusan miliar dolar yang siap menggeser, baik Airbus A380 maupun Boeing 747. Airbus dan Boeing memang menghadapi tantangan luar biasa dalam memproduksi jet yang lebih kuat dan lebih ringan daripada metal, tetapi dengan biaya produksi yang lebih rendah.




A350 dan Boeing 787 tidak diharapkan untuk menghasilkan keuntungan dalam beberapa tahun mendatang. Airbus menyatakan A350 akan mulai terbang pada musim panas 2013 dan membuka layanannya pada paruh kedua 2014, setahun lebih lama dari yang dijadwalkan. Ada tiga model pesawat yang ditawarkan, dengan kapasitas 270-350 orang.

Pesaing A350, yaitu Boeing 787, mulai beroperasi di Jepang setahun lalu. Sebelumnya, sempat terjadi penundaan pengiriman pesawat karena sistem produksi dan rantai pasokan global.

Sebelum peresmian pada Selasa, pabrik Airbus seluas 74 ribu meter persegi di Toulouse itu sudah membuat pesawat A350 pertama. Namun, pesawat tersebut tidak untuk diterbangkan, melainkan untuk percobaan.

Kegiatan produksi secara penuh akan dilakukan tahun depan. Pabrik tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sepuluh pesawat tiap bulan pada akhir 2018. Peresmian pabrik ini menjadikan kompetisi penjualan jet makin ketat di Asia dan pasar lainnya yang berkembang pesat.

Model terbesar, yaitu A350-1.000, akan berkompetisi melawan Boeing 777 mini-jumbo, yang disebut-sebut memiliki mesin jet terbesar dan mendominasi pasar yang menguntungkan, dengan kapasitas di bawah 400 kursi.

Peningkatan produksi Boeing 777 telah mencetak rekor penjualan. Para pengamat menyatakan, dengan kondisi tersebut, Boeing siap meluncurkan Dreamliner 787-10. Boeing rencananya mempublikasikan pemasukan triwulan ketiga pada Rabu ini.

Airbus saat ini terlibat dalam perselisihan dengan Amerika Serikat dan Jerman, tentang pembiayaan A350 yang diperkirakan mencapai US$ 15 miliar. Amerika Serikat menyalahkan Eropa yang menolak Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan memberi subsidi melalui pinjaman. Sedangkan Jerman menahan bagian sahamnya dari pinjaman tersebut.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com