Pemerintah Indonesia berencana untuk melakukan perubahan besar di sektor barang kena cukai. Barang kena cukai yang mana saat ini ada tiga jenis, akan diperluas. Artinya adalah akan ada beberapa komoditas lagi yang bakal wajib menggunakan pita cukai.

Seperti diutarakan oleh Dirjen Bea dan Cukai kementerian Keuangan Agung Kuswandono, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh pemerintah adalah ekstensifikasi dengan memperluas objek barang kena cukai. Dimana pada saat ini barang kena cukai meliputi tiga jenis, yaitu rokok, MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol), dan EA (Etil Alkohol). Rencananya pada tahun depan akan ditambah beberapa jenis lainnya.

Ekstensifikasi barang kena cukai itu didasarkan pada Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Isinya adalah sebuah komoditas bisa dikenai cukai jika memiliki sifat atau karakteristik, seperti konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, serta pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan, pemerintah melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terus menggodok rencana perluasan barang kena cukai. Beberapa komoditas yang kabarnya masuk ke dalam pembahasan adalah mobil mewah, semen, ban, minuman soda, sabun, detergen, air mineral, sodium siklamat dan sakarin, gas alam, metanol, kayu lapis, bahan bakar minyak (BBM) dan baterai kering, termasuk aki. Sementara itu belum dijelaskan oleh Agung Kuswandono tentang barang yang akan diajukan oleh pemerintah kepada DPR dalam pembahasan RAPBN 2013 mendatang.





Beberapa tahun sebelumnya, pemerintah memang melempar wacana perluasan barang kena cukai. Namun itu belum disetujui DPR. Alasannya adalah beberapa komoditas yang akan dikenai cukai karena memiliki dampak terhadap lingkungan hidup sudah membayar biaya atas dampak lingkungan.

Namun, kali ini pemerintah terlihat sangat serius. Bahkan usul untuk memperluas barang kena cukai masuk dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang Pokok-Pokok RAPBN 2013 dan Nota Keuangan di hadapan sidang paripurna DPR pada 16 Agustus lalu. Dalam pidato tersebut, SBY menyatakan bahwa salah upaya meningkatkan penerimaan negara di sektor perpajakan adalah penyesuaian tarif cukai dan ekstensifikasi barang kena cukai. Selain itu Presiden juga menyebutkan tentang usaha untuk memperkecil kebocoran dan meningkatkan pengawasan.

Barang kena cukai saat ini:
  • Rokok
  • Minuman mengandung etil alkohol
  • Etil alkohol
Target ekstensifikasi
  • Mobil mewah
  • Semen
  • Ban
  • Minuman soda
  • Sabun
  • Deterjen
  • Air mineral
  • Sodium siklamat dan sakarin
  • Gas alam
  • Metanol
  • Kayu lapis
  • Bahan bakar minyak (BBM)
  • Batai kering atau aki
Pemerintah Indonesia berencana untuk melakukan perubahan besar di sektor barang kena cukai. Barang kena cukai yang mana saat ini ada tiga jenis, akan diperluas. Artinya adalah akan ada beberapa komoditas lagi yang bakal wajib menggunakan pita cukai.

Seperti diutarakan oleh Dirjen Bea dan Cukai kementerian Keuangan Agung Kuswandono, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh pemerintah adalah ekstensifikasi dengan memperluas objek barang kena cukai. Dimana pada saat ini barang kena cukai meliputi tiga jenis, yaitu rokok, MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol), dan EA (Etil Alkohol). Rencananya pada tahun depan akan ditambah beberapa jenis lainnya.

Ekstensifikasi barang kena cukai itu didasarkan pada Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Isinya adalah sebuah komoditas bisa dikenai cukai jika memiliki sifat atau karakteristik, seperti konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, serta pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan, pemerintah melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terus menggodok rencana perluasan barang kena cukai. Beberapa komoditas yang kabarnya masuk ke dalam pembahasan adalah mobil mewah, semen, ban, minuman soda, sabun, detergen, air mineral, sodium siklamat dan sakarin, gas alam, metanol, kayu lapis, bahan bakar minyak (BBM) dan baterai kering, termasuk aki. Sementara itu belum dijelaskan oleh Agung Kuswandono tentang barang yang akan diajukan oleh pemerintah kepada DPR dalam pembahasan RAPBN 2013 mendatang.





Beberapa tahun sebelumnya, pemerintah memang melempar wacana perluasan barang kena cukai. Namun itu belum disetujui DPR. Alasannya adalah beberapa komoditas yang akan dikenai cukai karena memiliki dampak terhadap lingkungan hidup sudah membayar biaya atas dampak lingkungan.

Namun, kali ini pemerintah terlihat sangat serius. Bahkan usul untuk memperluas barang kena cukai masuk dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang Pokok-Pokok RAPBN 2013 dan Nota Keuangan di hadapan sidang paripurna DPR pada 16 Agustus lalu. Dalam pidato tersebut, SBY menyatakan bahwa salah upaya meningkatkan penerimaan negara di sektor perpajakan adalah penyesuaian tarif cukai dan ekstensifikasi barang kena cukai. Selain itu Presiden juga menyebutkan tentang usaha untuk memperkecil kebocoran dan meningkatkan pengawasan.

Barang kena cukai saat ini:
  • Rokok
  • Minuman mengandung etil alkohol
  • Etil alkohol
Target ekstensifikasi
  • Mobil mewah
  • Semen
  • Ban
  • Minuman soda
  • Sabun
  • Deterjen
  • Air mineral
  • Sodium siklamat dan sakarin
  • Gas alam
  • Metanol
  • Kayu lapis
  • Bahan bakar minyak (BBM)
  • Batai kering atau aki

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com