Perusahaan penerbangan Lion Air akan mengoptimalkan upaya dalam menggarap pasar Indonesia Timur dengan maskapai terbarunya yang berkonsep full services carrier, Batik Air. "Kami targetkan tahun depan Batik Air akan beroperasi dan untuk tahap awal rute Indonesia Timur akan kami pilih seperti Ujungpandang, Jayapura, dan Manado," kata Corporate Secretary PT Lion Air, Adithya Simanjuntak, di Jakarta, Senin.

Adithya Simadjuntak mengatakan, Batik Air menyasar segmen bisnis atau kalangan menengah ke atas dengan layanan advance meliputi WIFI, ex-phone yang memungkinkan penumpang tetap bisa berkomunikasi online selama dalam penerbangan. Menurut dia, potensi pasar Indonesia Timur masih sangat terbuka sehingga Batik Air akan dioperasikan untuk melayani rute domestik pada tahap awal, termasuk rute Indonesia Timur.

"Potensi Indonesia Timur bagus sekali, untuk Lion Air sendiri kami sudah memiliki beberapa rute ke Indonesia Timur termasuk Raja Ampat dan Labuhan Bajo. Sejauh ini kami berencana untuk terus meningkatkan rute ke sana," katanya.

Lion Air sendiri dalam waktu dekat akan membuka rute baru ke Wakatobi dan Waingapu yang dinilainya akan menjadi rute yang menguntungkan. "Batik Air sendiri kami harapkan mampu berkontribusi dalam memobilasi wisatawan di Indonesia sekaligus mempromosikan batik," katanya.





Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) bagi maskapai berkonsep full services Batik Air milik PT Lion Air pada akhir Agustus 2012. Batik Air ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2013.

Untuk bisa segera mengudara, Kemenhub menyaratkan satu izin lagi yang harus dipenuhi PT Lion Air yakni harus memiliki air operator certificate (AOC). Pengajuan AOC sendiri harus memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, antara lain Batik Air harus memiliki 10 pesawat, lima milik sendiri dan sisanya boleh sewa.

"Sampai saat ini kami sudah siapkan empat jenis pesawat untuk mengoperasikan Batik Air, yakni Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner," katanya. Untuk pesawat Boeing 737-900 ER tersebut akan dimodifikasi jarak antar-kursinya hingga lebih dari 33 inchi. Sedangkan armada Boeing 737-900 ER untuk Batik Air sudah masuk sebagai bagian pemesanan pesawat-pesawat Lion Air sebanyak 178 unit yang datang bertahap sejak 2007 hingga 2014.

Sebelumnya Lion sudah melakukan nota kesepahaman dengan Boeing Company untuk memesan lima pesawat Boeing 787 Dreamliner senilai 967,5 juta dolar AS untuk keperluan Batik Air. Lion memilih Boeing 787 tersebut karena mampu mengangkut sebanyak 250 hingga 350 penumpang. Selain itu, pesawat ini merupakan pesawat komersial yang sudah mengusung mesin dan teknologi avionik terbaru.
Perusahaan penerbangan Lion Air akan mengoptimalkan upaya dalam menggarap pasar Indonesia Timur dengan maskapai terbarunya yang berkonsep full services carrier, Batik Air. "Kami targetkan tahun depan Batik Air akan beroperasi dan untuk tahap awal rute Indonesia Timur akan kami pilih seperti Ujungpandang, Jayapura, dan Manado," kata Corporate Secretary PT Lion Air, Adithya Simanjuntak, di Jakarta, Senin.

Adithya Simadjuntak mengatakan, Batik Air menyasar segmen bisnis atau kalangan menengah ke atas dengan layanan advance meliputi WIFI, ex-phone yang memungkinkan penumpang tetap bisa berkomunikasi online selama dalam penerbangan. Menurut dia, potensi pasar Indonesia Timur masih sangat terbuka sehingga Batik Air akan dioperasikan untuk melayani rute domestik pada tahap awal, termasuk rute Indonesia Timur.

"Potensi Indonesia Timur bagus sekali, untuk Lion Air sendiri kami sudah memiliki beberapa rute ke Indonesia Timur termasuk Raja Ampat dan Labuhan Bajo. Sejauh ini kami berencana untuk terus meningkatkan rute ke sana," katanya.

Lion Air sendiri dalam waktu dekat akan membuka rute baru ke Wakatobi dan Waingapu yang dinilainya akan menjadi rute yang menguntungkan. "Batik Air sendiri kami harapkan mampu berkontribusi dalam memobilasi wisatawan di Indonesia sekaligus mempromosikan batik," katanya.





Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) bagi maskapai berkonsep full services Batik Air milik PT Lion Air pada akhir Agustus 2012. Batik Air ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2013.

Untuk bisa segera mengudara, Kemenhub menyaratkan satu izin lagi yang harus dipenuhi PT Lion Air yakni harus memiliki air operator certificate (AOC). Pengajuan AOC sendiri harus memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, antara lain Batik Air harus memiliki 10 pesawat, lima milik sendiri dan sisanya boleh sewa.

"Sampai saat ini kami sudah siapkan empat jenis pesawat untuk mengoperasikan Batik Air, yakni Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner," katanya. Untuk pesawat Boeing 737-900 ER tersebut akan dimodifikasi jarak antar-kursinya hingga lebih dari 33 inchi. Sedangkan armada Boeing 737-900 ER untuk Batik Air sudah masuk sebagai bagian pemesanan pesawat-pesawat Lion Air sebanyak 178 unit yang datang bertahap sejak 2007 hingga 2014.

Sebelumnya Lion sudah melakukan nota kesepahaman dengan Boeing Company untuk memesan lima pesawat Boeing 787 Dreamliner senilai 967,5 juta dolar AS untuk keperluan Batik Air. Lion memilih Boeing 787 tersebut karena mampu mengangkut sebanyak 250 hingga 350 penumpang. Selain itu, pesawat ini merupakan pesawat komersial yang sudah mengusung mesin dan teknologi avionik terbaru.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com