Liverpool pada Senin kelihatannya akan bertahan di Anfield dan tidak pindah ke stadion baru, setelah pemerintah kota mengumumkan rencana-rencana untuk meregenerasi area di sekitar Stadion Anfield yang bersejarah. Dewan Kota Liverpool mengatakan mereka telah mengamankan dana sebesar 25 juta pounds untuk mengubah area di sekitar Anfield yang berada di kota Barat Laut Inggris, dengan investasi berikutnya yang kemungkinan didapat dari asosiasi perumahan umum.

Direktur pelaksana klub Ian Ayre menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan "langkah besar ke depan" baik bagi Liverpool dan penduduk setempat, setelah terjadi perdebatan selama bertahun-tahun mengenai apakah mereka sebaiknya pindah dari stadion yang telah menjadi kandang mereka sejak 1892.

"Ini adalah salah satu langkah karena ada tanah yang diperoleh, rencana-rencana untuk disetujui, dan sebagainya. Namun ini adalah momen signifikan. Pertanyaan-pertanyaan mengenai kapasitas dan biaya bukan untuk (diajukan) hari ini, tidak sampai kami memiliki kepastian," ucapnya pada konferensi pers di kota itu.




Pengembangan Anfield kemungkinan besar akan menampilkan perbaikan-perbaikan dan perluasan di tribun utama dan Anfield Road end. Rencana-rencana regenerasi juga mencakup sejumlah proposal untuk mengosongkan sejumlah jalan di dekat stadion melalui perjanjian dengan penduduk setempat.

Bagaimanapun, izin perencanaan tetap diperlukan, yang berarti bahwa kepindahan ke Stanley Pak belum dapat dikatakan batal sepenuhnya. Klub Liga Utama Inggris Liverpool saat ini dimiliki oleh perusahaan asal AS Fenway Sports Group, yang sebelumnya telah mengembangkan sejumlah stadion-stadion tua, termasuk markas tim bisbol Boston Red Sox, Fenway Park.

Ayre mengatakan dalam wawancara terpisah di liverpoolfc.com bahwa diskusi-diskusi mengenai kepindahan yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir, berpusat pada pembiayaan pembangunan stadion baru.

Untuk pengeluaran stadion baru yang akan menghabiskan lebih dari 300 juta pounds, kapasitas hanya akan ditingkatkan sekitar 15.000 kursi dari 45.000 kursi yang saat ini ada di Anfield, yang disebut Ayre "sangat sulit untuk membuatnya layak secara ekonomis." Selain itu terdapat juga faktor emosional yang harus dipertimbangkan, tambahnya.

"Kami mendapatkan kejayaan-kejayaan terhebat dalam sejarah kami di sini, maka masuk akal jika solusi yang benar adalah di tempat inilah semestinya kami terus memainkan sepak bola kami," tambahnya. Proposal-proposal terakhir yang diperlihatkan untuk pertama kalinya, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsensus mengenai pengembangan kembali, "bukan untuk kepentingan klub sepak bola namun sesungguhnya kebutuhan komunitas."
Liverpool pada Senin kelihatannya akan bertahan di Anfield dan tidak pindah ke stadion baru, setelah pemerintah kota mengumumkan rencana-rencana untuk meregenerasi area di sekitar Stadion Anfield yang bersejarah. Dewan Kota Liverpool mengatakan mereka telah mengamankan dana sebesar 25 juta pounds untuk mengubah area di sekitar Anfield yang berada di kota Barat Laut Inggris, dengan investasi berikutnya yang kemungkinan didapat dari asosiasi perumahan umum.

Direktur pelaksana klub Ian Ayre menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan "langkah besar ke depan" baik bagi Liverpool dan penduduk setempat, setelah terjadi perdebatan selama bertahun-tahun mengenai apakah mereka sebaiknya pindah dari stadion yang telah menjadi kandang mereka sejak 1892.

"Ini adalah salah satu langkah karena ada tanah yang diperoleh, rencana-rencana untuk disetujui, dan sebagainya. Namun ini adalah momen signifikan. Pertanyaan-pertanyaan mengenai kapasitas dan biaya bukan untuk (diajukan) hari ini, tidak sampai kami memiliki kepastian," ucapnya pada konferensi pers di kota itu.




Pengembangan Anfield kemungkinan besar akan menampilkan perbaikan-perbaikan dan perluasan di tribun utama dan Anfield Road end. Rencana-rencana regenerasi juga mencakup sejumlah proposal untuk mengosongkan sejumlah jalan di dekat stadion melalui perjanjian dengan penduduk setempat.

Bagaimanapun, izin perencanaan tetap diperlukan, yang berarti bahwa kepindahan ke Stanley Pak belum dapat dikatakan batal sepenuhnya. Klub Liga Utama Inggris Liverpool saat ini dimiliki oleh perusahaan asal AS Fenway Sports Group, yang sebelumnya telah mengembangkan sejumlah stadion-stadion tua, termasuk markas tim bisbol Boston Red Sox, Fenway Park.

Ayre mengatakan dalam wawancara terpisah di liverpoolfc.com bahwa diskusi-diskusi mengenai kepindahan yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir, berpusat pada pembiayaan pembangunan stadion baru.

Untuk pengeluaran stadion baru yang akan menghabiskan lebih dari 300 juta pounds, kapasitas hanya akan ditingkatkan sekitar 15.000 kursi dari 45.000 kursi yang saat ini ada di Anfield, yang disebut Ayre "sangat sulit untuk membuatnya layak secara ekonomis." Selain itu terdapat juga faktor emosional yang harus dipertimbangkan, tambahnya.

"Kami mendapatkan kejayaan-kejayaan terhebat dalam sejarah kami di sini, maka masuk akal jika solusi yang benar adalah di tempat inilah semestinya kami terus memainkan sepak bola kami," tambahnya. Proposal-proposal terakhir yang diperlihatkan untuk pertama kalinya, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsensus mengenai pengembangan kembali, "bukan untuk kepentingan klub sepak bola namun sesungguhnya kebutuhan komunitas."

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com