Saat ini tidak hanya semenanjung Korea yang diliputi ketegangan, menyusul memanasnya kembali hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Amerika Serikat pun meningkatkan kewaspadaan serangan nuklir yang dilontarkan oleh pemerintahan Kim Jong-un.

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel pada hari Sabtu yang lalu mengumumkan rencana Washington mendukung pertahanan rudalnya. Menurut Hagel, Pentagon (Dephan AS) akan menambahkan 14 interseptor (rudal penyergap) yang merupakan antirudal, di kompleks pertahanan Fort Geely. Negara Bagian Alaska. Sejauh ini, AS sudah menempatkan 26 sistem pertahanan rudal (rudal interseptor) di Fort Geely dan empat lainnya di Pangkalan angkatan Udara Vandenberg, California. Penambahan 14 interceptor ini akan diwujudkan paling lambat tahun 2017.

Pentagon juga menjajaki kemungkinan pendirian lokasi pertahanan baru di kawasan East Coast (pantai timur AS). Di lokasi tersebut Pentagon dapat menempatkan lebih banyak interseptor untuk merontokkan rudal yang ditembakkan ke wilayah AS.

Penempatan 14 rudal interseptor tambahan di Alaska akan membutuhkan dana hampir USD 1 miliar atau sekitar Rp 9,7 triliun dan harus mendapat persetujuan kongres. Hagel memaparkan bahwa mereka akan memperkuat pertahanan dalam negeri, menjaga komitmen kepada mitra dan para sekutu, serta memastikan kepada dunia bahwa AS bakal melawan segala bentuk agresi.

Pekan lalu, Pyongyang melontarkan ancamannya untuk melancarkan serangan nuklir terhadap AS setelah PBB menjatuhkan sanksi baru pada pemerintahan Kim Jong-un. Sanksi itu merupakan respons atas uji coba nuklir Korut pada tanggal 12 Februari lalu.

Kurut juga mengancam melancarkan Perang Korea kedua dengan dukungan senjata nuklirnya. Selain merespon sanksi PBB, ancaman itu juga menyikapi latihan militer bersama antara AS dan Korsel di perbatasan Laut Kuning.

Ditengah keteganan itu, kantor berita Yonhap menyebutkan bahwa Korut telah menembakkan rudal jarak pendek ke Laut Timur (Laut Jepang) pada hari Jumat lalu. Warga Korsel yang saat ini menetap di lima pulau dekat perbatasan pun diperingatkan agar segera mengungsi, menjelang serangan dilancarkan oleh Korut.

Situs resmi milik pemerintah Korut, Uriminzokkiri, meminta agar warga lima pulau diselatan perbatasan itu segera angkat kaki. Mereka akan menghadapi konsekuensi kehancuran jika ketegangan di perbatasan meningkat menjadi konflik skala penuh.

Serangan artileri Korut atas Pulau Yeonpyeong menewaskan empat warga Korsel. Kim Jong-un belum lama ini mengecam untuk membumi hanguskan Pulau Baengnyeong.
Saat ini tidak hanya semenanjung Korea yang diliputi ketegangan, menyusul memanasnya kembali hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Amerika Serikat pun meningkatkan kewaspadaan serangan nuklir yang dilontarkan oleh pemerintahan Kim Jong-un.

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel pada hari Sabtu yang lalu mengumumkan rencana Washington mendukung pertahanan rudalnya. Menurut Hagel, Pentagon (Dephan AS) akan menambahkan 14 interseptor (rudal penyergap) yang merupakan antirudal, di kompleks pertahanan Fort Geely. Negara Bagian Alaska. Sejauh ini, AS sudah menempatkan 26 sistem pertahanan rudal (rudal interseptor) di Fort Geely dan empat lainnya di Pangkalan angkatan Udara Vandenberg, California. Penambahan 14 interceptor ini akan diwujudkan paling lambat tahun 2017.

Pentagon juga menjajaki kemungkinan pendirian lokasi pertahanan baru di kawasan East Coast (pantai timur AS). Di lokasi tersebut Pentagon dapat menempatkan lebih banyak interseptor untuk merontokkan rudal yang ditembakkan ke wilayah AS.

Penempatan 14 rudal interseptor tambahan di Alaska akan membutuhkan dana hampir USD 1 miliar atau sekitar Rp 9,7 triliun dan harus mendapat persetujuan kongres. Hagel memaparkan bahwa mereka akan memperkuat pertahanan dalam negeri, menjaga komitmen kepada mitra dan para sekutu, serta memastikan kepada dunia bahwa AS bakal melawan segala bentuk agresi.

Pekan lalu, Pyongyang melontarkan ancamannya untuk melancarkan serangan nuklir terhadap AS setelah PBB menjatuhkan sanksi baru pada pemerintahan Kim Jong-un. Sanksi itu merupakan respons atas uji coba nuklir Korut pada tanggal 12 Februari lalu.

Kurut juga mengancam melancarkan Perang Korea kedua dengan dukungan senjata nuklirnya. Selain merespon sanksi PBB, ancaman itu juga menyikapi latihan militer bersama antara AS dan Korsel di perbatasan Laut Kuning.

Ditengah keteganan itu, kantor berita Yonhap menyebutkan bahwa Korut telah menembakkan rudal jarak pendek ke Laut Timur (Laut Jepang) pada hari Jumat lalu. Warga Korsel yang saat ini menetap di lima pulau dekat perbatasan pun diperingatkan agar segera mengungsi, menjelang serangan dilancarkan oleh Korut.

Situs resmi milik pemerintah Korut, Uriminzokkiri, meminta agar warga lima pulau diselatan perbatasan itu segera angkat kaki. Mereka akan menghadapi konsekuensi kehancuran jika ketegangan di perbatasan meningkat menjadi konflik skala penuh.

Serangan artileri Korut atas Pulau Yeonpyeong menewaskan empat warga Korsel. Kim Jong-un belum lama ini mengecam untuk membumi hanguskan Pulau Baengnyeong.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com