Jenis minyak untuk memasak yang digunakan di suatu negara sangat tergantung pada hasil bumi yang ada di negara tersebut. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara pada umumnya, paling banyak menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit, karena kelapa tumbuh subur di daerah tropis. Di wilayah Mideterania, termasuk Italia, dan Spayol banyak digunakan minyak Zaitun. Sedangkan di Amerika, lebih banyak menggunakan minyak kedelai atau minyak biji bunga matahari. Berikut ini jenis-jenis minyak yang digunakan untuk masakan.

Minyak kelapa


Minyak kelapa ada dua macam:
1. Minyak kelapa tradisional, dibuat dari buah kelapa tua segar yang dihancurkan/diparut lalu diperas dan diambil santannya. Santan dimasak dengan api kecil sehingga minyak keluar. Kemudian minyak disaring dari ampasnya. Makanan yang digoreng dengan minyak kelapa murni ini mempunyai cita rasa yang gurih sekali. Akan tetapi makanan tersebut cenderung harus cepat disantap, karena cepat berbau tengik.
2. Minyak kelapa pabrik, dibuat dari kelapa yang sudah dijadikan kopra, kemudian dilakukan proses pemurnian, pemutihan dan menghilangkan aroma kurang sedap. Minyak kelapa jenis ini lebih tahan lama dibandingkan dengan minyak kelapa tradisional.

Minyak kelapa memiliki ciri-ciri berwarna kuning tua dan agak kental, karena mengandung lemak jenuh (saturated fat) dengan kadar tinggi. Jika disimpan pada suhu dingin, minyak akan membeku karena kandungan asam lemak jenuhnya mengalami pengkristalan dan berubah warna menjadi putih seperti susu. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggoreng renyah, maupun untuk sekedar digunakan untuk menumis.

Minyak sawit


Adalah minyak yang dihasilkan dari olahan kelapa sawit. Minyak sawit yang kasar berwarna merah jingga, tapi setelah mengalami proses pemurnian warnanya berubah menjadi kuning keemasan. Menurut hasil beberapa penelitian, meskipun minyak ini mengandung asam lemak jenuh (saturated fatty acid) cukup tinggi, namun diimbangi dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acid) Omega 9 yang baik untuk kesehatan jantung. Omega 9 bermanfaat karena dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik. Di dalam masakan, minyak ini bisa digunakan untuk aneka teknik menggoreng.

Minyak kedelai


Dibuat dari kacang kedelai yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

Minyak jagung


Dibuat dari biji jagung yang telah dipisahkan dari tepungnya. Karena banyak mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, minyak jagung dianggap sebagai minyak "non kolesterol". Warnanya kuning bening dan encer. Meskipun masih bisa digunakan untuk beberapa teknik menggoreng, akan tetapi tidak dianjurkan untuk deep fry, karena rasanya menjadi berkurang.

Minyak Biji Bunga Matahari


Hasil olahan biji bunga matahari yang telah dimurnikan. Mengandung asalm lemak tak jenuh tunggal dan ganda cukup tinggi. Pemakaiannya seperti minyak jagung.

Minyak Biji Bunga Canola


Berasal dari biji bunga canola yang banyak tumbuh di negara Kanada. Warnanya kuning bening mirip minyak jagung, dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi.

Minyak zaitun


Dibuat dari biji buah zaitun yang kaya Omega 9. Warna dan aroma minyak zaitun bermacam-macam, tergantung jenis buah dan cara pembuatannya. Minyak zaitun ada tiga jenis yaitu:
1. Extra virgin olive oil, yang dihasilkan dari perasan pertama, dengan kadar keasaman 1%. Memiliki warna agak kehijauan, dan banyak digunakan untuk pembuatan saus salad.
2. Virgin olive oil, minyak zaitun hasil perasan kedua, dengan kadar keasaman 3%. Cocok digunakan sebagai bumbu untuk campuran masakan atau hidangan tumis.
3. Olive oil, adalah minyak zaitun hasil perasan ketiga, dengan kadar keasaman 4%. Dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng dengan hasil gorengan yang tidak renyah.

Minyak goreng padat


Minyak goreng dalam bentuk padat. Bentuknya putih dan padat mirip mentega putih, karena itu disebut juga deep frying fat atau frying shortening. Banyak digunakan untuk menggoreng bahan makanan yang harus renyah, tapi tidak wajib langsung disajikan seperti misalnya ayam goreng atau kentang.
Jenis minyak untuk memasak yang digunakan di suatu negara sangat tergantung pada hasil bumi yang ada di negara tersebut. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara pada umumnya, paling banyak menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit, karena kelapa tumbuh subur di daerah tropis. Di wilayah Mideterania, termasuk Italia, dan Spayol banyak digunakan minyak Zaitun. Sedangkan di Amerika, lebih banyak menggunakan minyak kedelai atau minyak biji bunga matahari. Berikut ini jenis-jenis minyak yang digunakan untuk masakan.

Minyak kelapa


Minyak kelapa ada dua macam:
1. Minyak kelapa tradisional, dibuat dari buah kelapa tua segar yang dihancurkan/diparut lalu diperas dan diambil santannya. Santan dimasak dengan api kecil sehingga minyak keluar. Kemudian minyak disaring dari ampasnya. Makanan yang digoreng dengan minyak kelapa murni ini mempunyai cita rasa yang gurih sekali. Akan tetapi makanan tersebut cenderung harus cepat disantap, karena cepat berbau tengik.
2. Minyak kelapa pabrik, dibuat dari kelapa yang sudah dijadikan kopra, kemudian dilakukan proses pemurnian, pemutihan dan menghilangkan aroma kurang sedap. Minyak kelapa jenis ini lebih tahan lama dibandingkan dengan minyak kelapa tradisional.

Minyak kelapa memiliki ciri-ciri berwarna kuning tua dan agak kental, karena mengandung lemak jenuh (saturated fat) dengan kadar tinggi. Jika disimpan pada suhu dingin, minyak akan membeku karena kandungan asam lemak jenuhnya mengalami pengkristalan dan berubah warna menjadi putih seperti susu. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggoreng renyah, maupun untuk sekedar digunakan untuk menumis.

Minyak sawit


Adalah minyak yang dihasilkan dari olahan kelapa sawit. Minyak sawit yang kasar berwarna merah jingga, tapi setelah mengalami proses pemurnian warnanya berubah menjadi kuning keemasan. Menurut hasil beberapa penelitian, meskipun minyak ini mengandung asam lemak jenuh (saturated fatty acid) cukup tinggi, namun diimbangi dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acid) Omega 9 yang baik untuk kesehatan jantung. Omega 9 bermanfaat karena dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik. Di dalam masakan, minyak ini bisa digunakan untuk aneka teknik menggoreng.

Minyak kedelai


Dibuat dari kacang kedelai yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

Minyak jagung


Dibuat dari biji jagung yang telah dipisahkan dari tepungnya. Karena banyak mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, minyak jagung dianggap sebagai minyak "non kolesterol". Warnanya kuning bening dan encer. Meskipun masih bisa digunakan untuk beberapa teknik menggoreng, akan tetapi tidak dianjurkan untuk deep fry, karena rasanya menjadi berkurang.

Minyak Biji Bunga Matahari


Hasil olahan biji bunga matahari yang telah dimurnikan. Mengandung asalm lemak tak jenuh tunggal dan ganda cukup tinggi. Pemakaiannya seperti minyak jagung.

Minyak Biji Bunga Canola


Berasal dari biji bunga canola yang banyak tumbuh di negara Kanada. Warnanya kuning bening mirip minyak jagung, dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi.

Minyak zaitun


Dibuat dari biji buah zaitun yang kaya Omega 9. Warna dan aroma minyak zaitun bermacam-macam, tergantung jenis buah dan cara pembuatannya. Minyak zaitun ada tiga jenis yaitu:
1. Extra virgin olive oil, yang dihasilkan dari perasan pertama, dengan kadar keasaman 1%. Memiliki warna agak kehijauan, dan banyak digunakan untuk pembuatan saus salad.
2. Virgin olive oil, minyak zaitun hasil perasan kedua, dengan kadar keasaman 3%. Cocok digunakan sebagai bumbu untuk campuran masakan atau hidangan tumis.
3. Olive oil, adalah minyak zaitun hasil perasan ketiga, dengan kadar keasaman 4%. Dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng dengan hasil gorengan yang tidak renyah.

Minyak goreng padat


Minyak goreng dalam bentuk padat. Bentuknya putih dan padat mirip mentega putih, karena itu disebut juga deep frying fat atau frying shortening. Banyak digunakan untuk menggoreng bahan makanan yang harus renyah, tapi tidak wajib langsung disajikan seperti misalnya ayam goreng atau kentang.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com