Untuk memilih minyak goreng yang digunakan dalam masakan perhatikan hal berikut ini:
- Pilih minyak goreng sesuai dengan kebutuhan, karena setiap jenis minyak goreng memiliki keunggulan yang berbeda.
- Pastikan kemasan dari produsen masih utuh dan tidak ada yang bocor. Kemasan yang sudah terbuka/bocor memungkinkan udara dan air masuk ke dalam minyak goreng, sehingga bisa menurunkan mutu.
- Baca baik-baik tanggal kadaluarsa yang tertera, dan label yang mencantumkan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan minyak goreng tersebut. Apalagi jika penggunaannya rutin, sempatkan waktu untuk mempelajarinya terlebih dahulu.
- Jika terpaksa membeli minyak tanpa merek atau minyak curah, pilih warna yang bening, bersih, tidak kental dan tidak tengik. Sebetulnya minyak curah yang bersih dan bening lebih aman, karena tidak mengandung antioksidan, yaitu zat yang ditambahkan dengan tujuan agar minyak goreng tidak cepat tengik.


Cara tepat dalam penggunaan minyak goreng:
- Untuk jenis minyak canola, minyak biji bunga matahari, dan extra virgin olive oil, kurang cocok digunakan untuk menggoreng dalam minyak banyak (deep fry), karena memiliki titik didih rendah, sehingga makanan akan lebih cepat hangus. Minyak jenis ini lebih cocok digunakan untuk penggunaan dalam jumlah sedikit, misalnya untuk tumisan, sampuran bumbu perendam, atau bahan saus salad. Minyak yang cocok untuk menggoreng dengan jumlah minyak banyak, adalah minyak kelapa atau minyak sawit.
- Panaskan minyak goreng dalam suhu dibawah 200 derajat C. Bila melebihi suhu tersebut, minyak akan lebih cepat rusak, yang ditandai dengan keluarnya asap. Minyak yang baik akan berasap saat dipanaskan pada suhu diatas 200 derajat C. Sedangkan minyak yang sudah rusak, akan berasap saat dipanaskan pada suhu yang lebih rendah. Minya yang sudah rusak komponen-komponennya akan berubah menjadi komponen lain, salah satunya adalah akrolein yang menyebabkan rasa gatal di tenggorokan.
- Gunakan minyak goreng sekali atau paling banyak dua kali pemakaian. Semakin sering digunakan dan dipanaskan secara berulang, ikatan lemak pada minyak akan semakin pecah, yang berakibat tidak baik bagi kesehatan dan mempengaruhi aroma minyak.
- Minyak goreng mudah sekali menyerap aroma dari bahan yang digoreng. Misalnya untuk menggoreng ikan, minyak akan beraroma ikan. Karena itu, bedakan minyak goreng untuk ikan dan seafood, dengan minyak goreng untuk menggoreng makanan kecil dan sayuran.
- Hindari peralatan memasak dari tembaga, perunggu atau perak, karena mudah teroksidasi oleh minyak. Lebih baik gunakan baja tahan karat (stainless steel) atau kayu.
Untuk memilih minyak goreng yang digunakan dalam masakan perhatikan hal berikut ini:
- Pilih minyak goreng sesuai dengan kebutuhan, karena setiap jenis minyak goreng memiliki keunggulan yang berbeda.
- Pastikan kemasan dari produsen masih utuh dan tidak ada yang bocor. Kemasan yang sudah terbuka/bocor memungkinkan udara dan air masuk ke dalam minyak goreng, sehingga bisa menurunkan mutu.
- Baca baik-baik tanggal kadaluarsa yang tertera, dan label yang mencantumkan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan minyak goreng tersebut. Apalagi jika penggunaannya rutin, sempatkan waktu untuk mempelajarinya terlebih dahulu.
- Jika terpaksa membeli minyak tanpa merek atau minyak curah, pilih warna yang bening, bersih, tidak kental dan tidak tengik. Sebetulnya minyak curah yang bersih dan bening lebih aman, karena tidak mengandung antioksidan, yaitu zat yang ditambahkan dengan tujuan agar minyak goreng tidak cepat tengik.


Cara tepat dalam penggunaan minyak goreng:
- Untuk jenis minyak canola, minyak biji bunga matahari, dan extra virgin olive oil, kurang cocok digunakan untuk menggoreng dalam minyak banyak (deep fry), karena memiliki titik didih rendah, sehingga makanan akan lebih cepat hangus. Minyak jenis ini lebih cocok digunakan untuk penggunaan dalam jumlah sedikit, misalnya untuk tumisan, sampuran bumbu perendam, atau bahan saus salad. Minyak yang cocok untuk menggoreng dengan jumlah minyak banyak, adalah minyak kelapa atau minyak sawit.
- Panaskan minyak goreng dalam suhu dibawah 200 derajat C. Bila melebihi suhu tersebut, minyak akan lebih cepat rusak, yang ditandai dengan keluarnya asap. Minyak yang baik akan berasap saat dipanaskan pada suhu diatas 200 derajat C. Sedangkan minyak yang sudah rusak, akan berasap saat dipanaskan pada suhu yang lebih rendah. Minya yang sudah rusak komponen-komponennya akan berubah menjadi komponen lain, salah satunya adalah akrolein yang menyebabkan rasa gatal di tenggorokan.
- Gunakan minyak goreng sekali atau paling banyak dua kali pemakaian. Semakin sering digunakan dan dipanaskan secara berulang, ikatan lemak pada minyak akan semakin pecah, yang berakibat tidak baik bagi kesehatan dan mempengaruhi aroma minyak.
- Minyak goreng mudah sekali menyerap aroma dari bahan yang digoreng. Misalnya untuk menggoreng ikan, minyak akan beraroma ikan. Karena itu, bedakan minyak goreng untuk ikan dan seafood, dengan minyak goreng untuk menggoreng makanan kecil dan sayuran.
- Hindari peralatan memasak dari tembaga, perunggu atau perak, karena mudah teroksidasi oleh minyak. Lebih baik gunakan baja tahan karat (stainless steel) atau kayu.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com