IATA yang merupakan asosiasi penerbangan internasional, memberlakukan ketentuan khusus tentang aturan spare lithium battery yang bisa dibawa untuk perjalan pesawat udara. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga standard keselamatan dan keamanan penerbangan. Sedangkan powerbank dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk dari spare lithium battery, jadi akan mengikuti aturan dan ketentuan spare lithium battery.


Sebagai induk dari asosiasi penerbangan, rata-rata airlines akan menggunakan acuan tersebut dalam penerbangan mereka. Dimana untuk menentukan lithium battery boleh dibawa dan tidak, menggunakan ukuran daya dengan satuan Wh (watt hours). Pengukuran Wh tersebut adalah dengan rumus:

Wh (watt hours) = Ah (amphere) X V (voltase)

Sedangkan dikarenakan banyak powerbank yang di spesifikasinya menggunakan satuan mAh (mili amphere), maka berlaku perhitungan:

Wh = (mAh/1000) X V

Sebagai contoh, jika terdapat powerbank dengan kapasitas 20.000 mAh, dan memiliki voltase output 5V. Maka perhitungan daya atau energi dari powerbank tersebut adalah:
Wh = (mAh/1000) X V
        = (20.000/1000) X 5
Wh = 100

Daya atau energy dari powerbank dan spare lithium battery yang diijinkan diangkut dalam penerbangan penumpang adalah dibawah 160 Wh. Powerbank tersebut tidak diijinkan untuk dimasukkan kedalam check in bagasi, akan tetapi harus dibawa ke atas pesawat sebagai bagasi cabin penumpang. Sementara untuk powerbank atau spare lithium battery yang lebih dari 160 Wh per item, maka diwajibkan pengiriman melalui cargo, sesuai dengan ketentuan cargo pesawat udara.

Meskipun tiap maskapai melakukan ketentuan mereka dengan sedikit berbeda, akan tetapi secara garis besar, jumlah yang boleh dibawah adalah sebagai berikut:
Untuk spare lithium battery/powerbank yang memiliki daya 0-100 Wh, setiap satu penumpang diijinkan untuk membawa sampai dengan 20 buah, sebagai bagasi cabin. Untuk batterai kecil AAA, akan dihitung sebagai satu satuan lithium batteray. Misalnya penumpang membawa 8 baterai AAA, maka dia dianggap membawa 8 spare lithium battery.
Untuk spare lithium battery/powerbank yang memiliki daya 100-160 Wh, setiap satu penumpang hanya diijinkan membawa maksimal 2 buah.

Sedangkan untuk powerbank yang tidak memuat keterangan yang jelas, baik itu dalam hal amphere maupun voltase, maka maskapai akan menolak untuk mengangkut, sampai dengan ada keterangan yang jelas tentang kapasitasnya.

IATA yang merupakan asosiasi penerbangan internasional, memberlakukan ketentuan khusus tentang aturan spare lithium battery yang bisa dibawa untuk perjalan pesawat udara. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga standard keselamatan dan keamanan penerbangan. Sedangkan powerbank dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk dari spare lithium battery, jadi akan mengikuti aturan dan ketentuan spare lithium battery.


Sebagai induk dari asosiasi penerbangan, rata-rata airlines akan menggunakan acuan tersebut dalam penerbangan mereka. Dimana untuk menentukan lithium battery boleh dibawa dan tidak, menggunakan ukuran daya dengan satuan Wh (watt hours). Pengukuran Wh tersebut adalah dengan rumus:

Wh (watt hours) = Ah (amphere) X V (voltase)

Sedangkan dikarenakan banyak powerbank yang di spesifikasinya menggunakan satuan mAh (mili amphere), maka berlaku perhitungan:

Wh = (mAh/1000) X V

Sebagai contoh, jika terdapat powerbank dengan kapasitas 20.000 mAh, dan memiliki voltase output 5V. Maka perhitungan daya atau energi dari powerbank tersebut adalah:
Wh = (mAh/1000) X V
        = (20.000/1000) X 5
Wh = 100

Daya atau energy dari powerbank dan spare lithium battery yang diijinkan diangkut dalam penerbangan penumpang adalah dibawah 160 Wh. Powerbank tersebut tidak diijinkan untuk dimasukkan kedalam check in bagasi, akan tetapi harus dibawa ke atas pesawat sebagai bagasi cabin penumpang. Sementara untuk powerbank atau spare lithium battery yang lebih dari 160 Wh per item, maka diwajibkan pengiriman melalui cargo, sesuai dengan ketentuan cargo pesawat udara.

Meskipun tiap maskapai melakukan ketentuan mereka dengan sedikit berbeda, akan tetapi secara garis besar, jumlah yang boleh dibawah adalah sebagai berikut:
Untuk spare lithium battery/powerbank yang memiliki daya 0-100 Wh, setiap satu penumpang diijinkan untuk membawa sampai dengan 20 buah, sebagai bagasi cabin. Untuk batterai kecil AAA, akan dihitung sebagai satu satuan lithium batteray. Misalnya penumpang membawa 8 baterai AAA, maka dia dianggap membawa 8 spare lithium battery.
Untuk spare lithium battery/powerbank yang memiliki daya 100-160 Wh, setiap satu penumpang hanya diijinkan membawa maksimal 2 buah.

Sedangkan untuk powerbank yang tidak memuat keterangan yang jelas, baik itu dalam hal amphere maupun voltase, maka maskapai akan menolak untuk mengangkut, sampai dengan ada keterangan yang jelas tentang kapasitasnya.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com